Suara.com - Salah satu buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Paulus Tannos kini telah berganti nama menjadi Thian Po Tjhin. Tak hanya itu, ia juga sudah mendapatkan paspor baru negara lain. KPK lantas mengaku tidak habis pikir dengan perilakunya.
Paulus Tannos sendiri merupakan salah satu tersangka pengadaan proyek e-KTP. Ia mulai disematkan status buron usai melarikan diri. KPK pun terus berupaya memburunya hingga berhasil menemukan informasi soal ia yang mengganti identitas.
Perjalanan KPK Buru Paulus Tannos
Paulus Tannos saat kasus itu bergulir menjabat sebagai Direktur Utama PT Sandipala Arthapura. Perusahaan ini tergabung dalam konsorsium pemenang lelang e-KTP. Ia kemudian resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada Agustus 2019.
Ia disangkakan bersama sejumlah orang lainnya. Mulai dari anggota DPR Miryam S Haryani, Direktur Perum Percetakan Negara RI periode 2010-2013 Isnu Edhi Wijaya, hingga Ketua Tim Teknis Teknologi Informasi Penerapan e-KTP Husni Fahmi.
Dari kasus itu, PT Sandipala Arthapura telah memperkaya diri hingga Rp 145,85 miliar. Kemudian, pada Agustus 2022, KPK memasukkan nama Paulus Tannos ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Sebab, ia kabur ke luar negeri usai berstatus tersangka.
Di awal tahun 2023 ini, Paulus Tannos terlacak berada di Thailand. Namun, sayangnya, KPK gagal menangkap sang buron karena penerbitan red notice dari Interpol terlambat. Saat itu, mereka belum mengetahui penyebab keterlambatan tersebut.
Tak lama, KPK menemukan fakta lain, yakni soal Paulus Tannos yang sudah menerbitkan paspor baru. Namun, saat itu, mereka belum mau mengungkap negara mana yang dimaksud. Baru pada Agustus 2023 ini, mereka mempublikasikannya.
KPK mengungkap jika penerbitan red notice yang terlambat dikarenakan Paulus sudah berganti nama. Kini, ia tercatat sebagai Thian Po Tjhin dengan paspor Afrika Selatan. Ia dilaporkan telahg mengubah identitasnya di negara tersebut.
Baca Juga: Hakim Militer yang Adili Kasus Kepala Basarnas akan Diberi Pangkat Lokal, Apa Itu?
"Yang bersangkutan (Paulus Tannos) sudah berganti identitasnya dan paspor negara lain di wilayah Afrika Selatan," ungkap Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (11/8/2023).
Lebih lanjut, kata Ali, pihaknya bakal menganalisis dan mendalami pergantian identitas yang dilakukan Paulus. Misalnya saja, soal kemungkinan adanya keterlibatan pihak-pihak lain yang sengaja membantunya dalam proses ini.
"Kami dalami dan analisis apakah pengubahan namanya dilakukan ketika dia (Paulus Tannos) berada di dalam negeri atau ada pihak-pihak yang sengaja kemudian membantu mengubah namanya," kata Ali.
Di sisi lain, Ketua KPK Firli Bahuri menjelaskan soal pihaknya yang kesulitan menangkap Paulus Tannos. Diketahui bahwa penangkapan harus berdasarkan hukum, sehingga saat yang bersangkutan mengganti namanya tentu akan menjadi sulit.
"Penangkapan terhadap seseorang itu harus beralasan hukum dan ternyata pada saat melakukan upaya penangkapan yang bersangkutan atas namanya sudah berubah. Jadi, awal namanya (berinisial) PT, di saat melakukan upaya penangkapan, nama sudah berubah menjadi TTP," kata Firli dalam jumpa pers, Senin (7/8/2023).
Meski begitu, Firli menyatakan pihaknya tidak akan menyerah. KPK bakal terus berupaya melakukan penangkapan terhadap Paulus Tannos. Sebab, sudah ada titik terang selama bertahun-tahun, yakni sang buron yang berganti identitas.
Berita Terkait
-
Hakim Militer yang Adili Kasus Kepala Basarnas akan Diberi Pangkat Lokal, Apa Itu?
-
Ini Identitas Baru Paulus Tannos, Buronan KPK yang Ganti Kewarganegaraan
-
Johanis Tanak Hadirkan Ahli Hukum Unpad Romli Atmasasmita di Sidang Etik Dewas KPK
-
Korupsi Cukai Rokok, Eks Kepala BP Tanjung Pinang Den Yealta jadi Tersangka KPK
-
Kasus-kasus Korupsi yang Menerpa Basarnas: OTT Kabasarnas, Kini Pengadaan Truk Angkut
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
PSI Incar Jawa Tengah Jadi Kandang Gajah, Hasto PDIP Kasih Respons Santai, Begini Katanya
-
Rakernas I 2026: PDIP Bakal Umumkan Sikap Resmi Terkait Wacana Pilkada di Akhir Acara
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Politik Adalah Alat Pengabdian, Bukan Sekadar Kejar Jabatan
-
Megawati Dorong Politik Berbasis Kearifan Lokal: Peradaban Diukur dari Cara Menghormati Bumi
-
Instruksi Tegas Megawati di HUT ke-53 PDIP: Kader Wajib Jaga Alam, Hingga Lawan Keserakahan
-
Kritik Keras Regulasi Karpet Merah Konsesi, Megawati: Itu Pemicu Bencana Ekologis di Sumatra
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Krisis Iklim Adalah Ancaman Nyata, Generasi Muda Paling Dirugikan
-
Megawati Kecam Intervensi AS di Venezuela: Ini Imperialisme Modern!
-
Rocky Gerung Ngaku Girang Hadir di HUT ke-53 PDIP, Puji Pidato Megawati: Jernih, Tulus, dan Berani
-
BGN Ancam Suspend Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higiene, Target Nol Keracunan 2026