Suara.com - Body checking atau pemeriksaan badan pada Miss Universe Indonesia (MUID) 2023 masih disorot. Sebab, beberapa finalisnya, termasuk LN mengaku kerap mengalami pelecehan seksual di ajang tersebut. Ia diminta telanjang oleh salah satu COO.
"Salah satu COO berkata 'Undress Your Self'," ungkap LN seperti dikutip Suara.com dari video podcast milik Deddy Corbuzier, Kamis (10/8/2023).
Ketelanjangan itu disebut-sebut hanya akal-akalan petugas agar bisa melecehkan para finalis Miss Universe Indonesia. Padahal, memaksa orang lain melakukan hal tersebut berbahaya. Baik bagi pelaku maupun korban. Berikut rangkumannya.
Konsenkuensi Ketelanjangan
Sembarangan meminta orang lain tanpa busana padahal memiliki konsekuensi. Sebab, ketelanjangan termasuk larangan yang tercantum dalam UU No 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi. Pelakunya bisa saja dijerat pasal 35 dalam undang-undang ini.
"Setiap orang yang menjadikan orang lain sebagai objek atau model yang mengandung muatan pornografi dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah)," demikian bunyi Pasal 35.
Aturan Body Checking
Mukie Muza, co-founder Indonesian Pageants yang merupakan komunitas pecinta beauty pageant (kontes kecantikan), menyebut body checking memang kerap dilakukan dalam kontes kecantikan. Hal ini, katanya, sebagai bagian dari penilaian.
Biasanya, kata Mukie, body checking dilakukan pada babak preliminary dan malam final. Ia juga menegaskan, hal tersebut tidak dilakukan tanpa busana. Finalis akan diminta memakai pakaian renang atau olahraga dan dilaksanakan di ruang tertutup.
Baca Juga: 4 Fakta Pencabutan Lisensi Miss Universe Indonesia, Bagaimana Nasib Pemenangnya?
Body checking sendiri bertujuan untuk menilai fisik dan kebugaran para finalis. Hal ini ada kaitannya dengan konsep dasar kontes kecantikan yang mencari sosok ambassador untuk menginspirasi publik melalui tiga prinsip, yakni brain, beauty, serta behaviour.
Body Shaming 'Buduk'
Dalam keterangannya, LN yang saat body checking hanya menggunakan celana dalam, mengungkap fakta lain. Yakni, soal COO yang mendekatkan kepalanya ke area kemaluan LN untuk mengecek sudah dicukur atau belum. Buruknya lagi, ia menerima kata kasar.
"Dia mengecek udah shaving (cukur) belum ke area miss v saya," kata LN.
"Saya disuruh putar, dia ngecek bagian belakang saya, terus dia bilang 'bagian atas bening banget, tapi bagian bawah buduk, ugly,'" lanjutnya.
Bahaya Mencukur Bulu Miss V
Berita Terkait
-
Menurut Hotman Paris, Kasus Miss Universe Indonesia Belum Tentu Masuk Pidana
-
Lisensi Miss Universe Milik Poppy Capella Dicabut, Ini Kata Pihak Finalis MUID 2023
-
Lisensi Miss Universe Indonesia Dicabut, Ini Kata Miss Universe Organization
-
Klarifikasi Tanpa Minta Maaf ke Finalis Miss Universe Indonesia 2023, Poppy Capella Banjir Hujatan
-
4 Fakta Pencabutan Lisensi Miss Universe Indonesia, Bagaimana Nasib Pemenangnya?
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Perilaku Audiens Berubah, Media Diminta Beradaptasi dengan AI dan Medsos
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
Terkini
-
Video Viral Pegawai Ritel Dianiaya di Pasar Minggu, Polisi Masih Tunggu Laporan Korban
-
5 Fakta Aksi Warga Tolak Party Station di Kartika One Hotel Lenteng Agung
-
Gaza Diserang, Prabowo Komunikasi ke Board of Peace
-
Sempat Picu Korban Jiwa, Polisi Catat 1.000 Titik Jalan Rusak di Jakarta Mulai Diperbaiki
-
Jelang Hadapi Saksi, Nadiem Makarim Mengaku Masih Harus Jalani Tindakan Medis
-
Propam Pastikan Bhabinkamtibmas Tak Aniaya Pedagang Es Gabus, Aiptu Ikhwan Tetap Jalani Pembinaan
-
Singgung Alasan Medis Nadiem Makarim, Pengacara Minta Penahanan Dibantarkan
-
Israel Kembali Serang Gaza, Komisi I DPR Minta RI Lebih Aktif Tekan Institusi Internasional
-
Febri Diansyah: Dialog Publik soal Fakta Sidang Bukan Obstruction of Justice
-
Ekonom UGM: Iuran Dewan Perdamaian Bebani APBN, Rakyat Bersiap Hadapi Kenaikan Pajak