"Dirasain udaranya kotor karena saya kan perokok tapi nggak pernah batuk radang, baru ini saja batuk sampai hari ini diobatin tapi nggak sembuh-sembuh," katanya sembari menggoreng satu per satu adonan cakwe ke dalam wajan berisi minyak panas.
Untuk mengatasi rasa sakit yang dialaminya, Udin mengaku hanya membutuhkan istirahat dan mengonsumsi obat yang dibelinya di warung.
Meski memiliki BPJS Kesehatan yang didapat gratis, Udin memilih tidak menggunakannya untuk berobat.
"Saya ini jarang berobat, istirahat saja. Kemarin istirahat seharian saja," ujar Udin.
Walau sampai kini belum sembuh benar, dia terpaksa harus segera kembali berjualan Cakwe. Sebab, Udin khawatir bakal mengalami kesulitan keuangan jika beristirahat lebih dari satu hari.
"Kalau di Jakarta istirahat sampai dua hari, ya bisa remuk dong keuangan," tambah Udin.
Alhasil, Udin kembali menghadapi buruknya kualitas udara ibu kota walau masih menderita radang tenggorokan.
Saat ini, Udin merasa sudah lebih baik meski masih merasa flu dan gatal di tenggorokannya.
Dampak dari buruknya kualitas udara di Jakarta tidak hanya membuat kesehatan Udin menjadi rentan terhadap penyakit, tetapi juga memengaruhi pendapatannya saat berjualan.
Baca Juga: Ragukan Indeks Kualitas Udara Versi IQAir, KLHK: Standarnya Berbeda dengan Indonesia
Udin menduga kotornya udara membuat orang-orang segan untuk ke luar ruangan dan membeli makanan di pinggir jalan.
Biasanya, banyak pembeli pada pagi hari saat kebanyakan orang melintasi Jalan MH Thamrin menuju tempat kerja masing-masing.
Namun baru-baru ini, ia merasakan jumlah pembeli yang biasa menghampirinya setiap pagi makin berkurang.
"Omzet turun kayaknya sampai 20 persen lah kurang lebih. Biasanya ramai jam-jam pagi, jam orang berangkat kerja kayaknya buat sarapan kan, sekarang lebih sedikit," katanya.
Pengalaman serupa juga dirasa Triyono pengemudi ojek online yang tinggal di Ciracas, Jakarta Timur. Ia mengaku baru saja sembuh dari penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang dideritanya.
Penyakit saluran pernapasan itu baru diketahuinya setelah berobat ke dokter, beberapa waktu lalu. Tri beruntung bisa menggunakan BPJS Kesehatan gratis yang dimilikinya untuk berobat di puskesmas dekat rumah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Bantah Klaim Pemerintah, Komnas HAM Mengaku Tak Pernah Dilibatkan dalam Draft RUU HAM
-
Studi Ungkap Kemacetan Bikin Kota Semakin Panas, Apa Sebabnya?
-
Sikat Eksploitasi Anak, Pemprov DKI Terjunkan Tim ke Lokasari Usai Kode 'Perawan' Viral di Medsos
-
BGN Luncurkan Aplikasi Reviu Menu MBG, Awasi Kesegaran Hingga Variasi Menu Makanan
-
BGN Luncurkan Aplikasi Reviu, Guru hingga Ustaz Bisa Beri Penilaian Menu MBG
-
Bombardir Bandar Abbas, AS Klaim Serangan ke 2 Kapal Iran Tak Langgar Gencatan Senjata
-
Sudah Bertolak ke Prancis, Prabowo Akan Salat Idul Adha di Luar Negeri
-
Kebijakan Iklim Dibuat untuk Warga Terdampak, Tapi Mengapa Mereka Jarang Dilibatkan?
-
Ibu Kota Lumpuh Akibat Protes, Presiden Bolivia Panik Potong Gaji 50 Persen untuk Redam Tekanan
-
Ditujukan untuk Sujarwo, Geger Paket Misterius Berisi Pocong Mainan di Kulon Progo