Suara.com - Bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan dijadwalkan menggelar pertemuan dengan Ketua Umum Surya Paloh pada Kamis (24/8/2023) malam ini.
Informasi tersebut dibenarkan sumber dari NasDem kepada Suara.com.
"Benar sekali," kata sumber tersebut.
Sementara di lain pihak, sumber lain dari partai di Koalisi Perubahan juga membenarkan terkait pertemuan tersebut.
Sumber itu juga membenarkan bahwa Tim 8 Koalisi Perubahan bakal turut serta dengan Anies untuk bertemu dengan Ketua Umum NasDem.
"Iya," kata sumber.
Sementara itu, Anies saat ini masih melangsungkan diskusi terkait kebudayaan di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki (TIM). Adapun acara yang dihadiri Anies bertajuk "Merajut Persatuan: Pesan dalam 78 Tahun Kemerdekaan."
Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali membantah ada pembahasan soal batas waktu penetapan calon wakil presiden bagi Anies Baswedan oleh para perwakilan partai politik Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).
Menurut Ahmad Ali, pertemuan yang dikabarkan terjadi sebelum Anies bertemu Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Pacitan itu tidak membahas tentang calon wakil presiden bagi Anies.
Baca Juga: Tim 8 Koalisi Perubahan: Sudah Lama Anies Pandang Penting Kriteria Nol untuk Tentukan Cawapres
Bahkan, Ahmad Ali menegaskan pengumuman calon wakil presiden bagi Anies tidak akan disampaikan dalam waktu dekat karena KPP tidak memberikan tenggat waktu kepada Anies dalam menentukan calon wakil presidennya.
"Saya mewakili Partai NasDem dan Ketum NasDem yang satu-satunya diberi SK oleh partai sebagai tim (pemenangan) Pilpres, saya katakan tidak ada deklarasi dalam waktu dekat ini," kata Ahmad Ali di Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu (19/8/2023).
Lebih lanjut, Ahmad Ali menilai tidak ada dorongan dari koalisi partai pendukung dan urgensi bagi Anies untuk terburu-buru mengungkapkan calon wakil presiden pendampingnya.
"NasDem melihat itu bukan suatu langkah taktis," tambah dia.
Selain itu, Ahmad Ali juga mengatakan pengumuman calon wakil presiden bagi Anies juga harus mempertimbangkan momentum yang dianggap tepat.
"Banyak variabel yang harus dipertimbangkan sehingga kemudian pada akhirnya NasDem berkesimpulan bahwa tidak ada hal yang urgent untuk mengumumkan calon wakil presiden hari ini," tutur Ahmad Ali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
Terkini
-
Anggaran Mitigasi Terbatas, BNPB Blak-blakan di DPR Andalkan Pinjaman Luar Negeri Rp949 Miliar
-
Berduka dari Abu Dhabi, Megawati Kenang Kesederhanaan Keluarga Jenderal Hoegeng dan Eyang Meri
-
KPK Panggil Eks Dirut Pertamina Elisa Massa Manik Terkait Kasus Jual Beli Gas PGN
-
Kolegium Dokter Harus Independen! MGBKI Kritik Kemenkes 'Kaburkan' Putusan Penting Ini
-
Wamensos Beberkan Rincian Bantuan Bencana Sumatra: Santunan Rp15 Juta hingga Modal Usaha Rp5 Juta
-
Kemensos Gelontorkan Rp13,7 Miliar Tangani Puluhan Bencana di Awal Tahun 2026
-
Kemensos Catat 37 Kejadian Bencana di Awal 2026, Banjir Masih Jadi Ancaman Utama
-
Pramono Anung Akui Operasional RDF Rorotan Masih Penuh Tantangan: Kami Tangani Secara Serius
-
Paulus Tannos Kembali Ajukan Praperadilan dalam Kasus e-KTP, KPK: Tidak Hambat Proses Ekstradisi
-
Epstein Files Meledak Lagi: Deretan Nama Besar Dunia Terseret, dari Trump sampai Bos Teknologi