Suara.com - Pelatih tim nasional Indonesia, Shin Tae-yong menjadi perbincangan hangat di media sosial X atau yang dulunya bernama Twitter. Sebab, ia tampak mengajari passing kepada para punggawa Timnas Indonesia yang menurut orang-orang tidak pantas.
Dalam sebuah video singkat yang diunggah akun @indosupporter, pelatih asal Korea Selatan itu terlihat mengajarkan passing. Ia mengatakan teknik ini bukan didorong, tetapi ditendang dengan keseimbangan yang baik. Tak lupa, ia juga mengingatkan penguncian ankle harus diperhatikan.
Ia juga tampak kesal karena para pemain Timnas Indonesia sepertinya sudah sering keliru saat melakukan passing. Video berdurasi 30 detik itu turut ditanggapi akun @/MafiaWasit. Akun ini lantas meminta Shin Tae-yong untuk berhenti dari pelatih Timnas.
Sebab, menurut akun tersebut, materi soal passing kurang pantas diberikan oleh Shin Tae-yong. Seharusnya, teknik dasar ini diajarkan oleh Sekolah Sepak Bola (SSB). Mereka yang masuk jajaran tim nasional itu semestinya sudah menguasai teknik passing.
"Setuju ama Akmal sih, kalau materi latihannya (Timnas Indonesia) cara passing dasar gini, mending STY out aja. Karena materi latihan dasar kayak gini harusnya dilakukan oleh pelatih-pelatih SSB," tulis akun @/MafiaWasit.
"Tapi sebelum pecat STY (Shin Tae-yong), pengurus PSSI mundur semua dulu karena gagal membikin sistem pembinaan yang bener," lanjutnya.
Sebagai informasi, Passing atau mengumpan sendiri merupakan teknik dasar yang paling sering dipakai dalam sepak bola. Ini adalah keterampilan terpenting untuk menguasai permainan. Adapun tujuannya untuk memberikan atau mengoper bola kepada kawan.
Unggahan tersebut yang sudah ditonton sebanyak 1,4 juta kali itu lantas menuai ribuan komentar dari warganet. Mereka heran mengapa level setingkat Timnas Indonesia masih diajarkan passing yang merupakan teknik dasar. Mereka bahkan sampai tak habis pikir.
Baca Juga: Gali Freitas, Pemain Asal Timor Leste Diminta Gabung Ke Timnas Indonesia Lewat Jalur Naturalisasi
"Dalem hati STY: Buset dah gua di level ini masih harus ngajarin passing," tulis seorang warganet.
"Wkwkw ditargetin juara sama federasi yg ga jelas itu, tp hal basic kaya pasing yang harusnya diajarin di level SSB malah diajarin di level timnas," tulis yang lainnya.
"Udah masuk timnas harusnya enggak usah lagi diajarin dasar passing," komentar salah satu warganet.
"Teknik dasar aja gak bisa. Pas SSB diajarinnya lari sama gocek -gocek doang?" komentar warganet lain.
"Di negeri orang mah timnas (utama atau kelompok umur) udah puncak dari segala puncak yang udah mereka lewati di klub (profesional atau umur), di negeri yang mengaku bangsa yang besar ini malah jadiin timnas sebagai 'sekolah' sebelum cari duit di klub pro. Anomali ya," kata warganet.
"Pemain lokal kita nih overrated, dasar begini aja masih diajarin njir wkwkw, cuma modal lari kenceng, gocek ampe tribun lawan serasa jadi Messi, iya Mbida Messi," sindir warganet.
Berita Terkait
-
Gali Freitas, Pemain Asal Timor Leste Diminta Gabung Ke Timnas Indonesia Lewat Jalur Naturalisasi
-
Faktor Inilah Penyebab Kekalahan Timnas Thailand dari Timnas Indonesia, Skor Telak 1-3
-
Media Malaysia Puji Alfeandra Dewangga Setinggi Langit usai Bantu Indonesia Singkirkan Thailand
-
Viral Polisi Kurangi Polusi Pakai Water Cannon, Warganet Geleng-geleng: Teori Darimana?
-
Pihak AFF Soroti Penyelematan Gemilang Ernando Ari, Timnas Indonesia U-23 Cuma Kebobolan Satu Gol Lawan Thailand
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi
-
100 Ribu Anak Lebanon Terancam Gagal Sekolah akibat Kerusakan Bangunan Pascakonflik
-
Bandara Husein Sastranegara Diaktifkan Lagi, Pelaku Wisata Lembang Yakin Turis Asing Bakal Membludak
-
Pemkot Depok Usul Lima Rute Baru Transjabodetabek
-
Berbahaya, Koalisi Masyarakat Desak Pembentukan BTP dan Komando Teritorial Dihentikan
-
DPR MInta Usut Tuntas Dugaan Penyekapan Perempuan oleh Oknum Polisi di Jawa Tengah
-
Penyusunan Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal Jateng Perlu Dipercepat
-
Pengungsi WNA di Setiabudi, Pramono Anung Akan Tertibkan Fasilitas Publik yang Disalahgunakan
-
KPK Dalami Keterangan Bupati Kuansing soal Dugaan Amplop untuk Menhut Raja Juli
-
3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN