Mitos pertama, kata SBY, yakni yang disampaikan oleh Mochtar Lubis pada tahun 1977.
"Kala itu, wartawan yang juga novelis senior itu menulis sebuah pidato kebudayaan berjudul “Manusia Indonesia”. Dalam pidatonya tersebut, Mochtar Lubis menggambarkan manusia Indonesia dengan enam watak, yakni munafik, enggan bertangung jawab, berjiwa feodal, percaya takhayul, berkarakter lemah, dan berjiwa seni," kata SBY.
Mitos lainnya, masih pda tahun yang sama juga disampaikan oleh sosiolog Syed Hussein Alatas.
"Ia menulis buku berjudul “Mitos Pribumi Malas”. Dalam bukunya tersebut, Alatas justru menentang para kolonialis yang mencap pribumi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, berkarakter pemalas, terbelakang, dan memiliki intelektualitas rendah," kata SBY.
SBY berujar sembilan tahun sebelumnya, peraih penghargaan Nobel, yakni Gunnar Myrdal, menulis buku berjudul “Asian Drama”.
"Melalui bukunya, Myrdal ingin menyampaikan bahwa kultur manusia di Asia ialah sulit untuk maju karena pengetahuan yang rendah, tidak berkarakter, dan miskin," ujar SBY.
SBY lantas menyampaikan pendapat dan pemikirannya berkaitan dengan tiga mitos tersebut. Menurutnya mitos yang diangkat pada saat itu berkaitan dengan konteks waktu, konteks ruang, dan konteks keadaan.
"Menurut saya, oleh karena itu, mungkin dulu begitu. Dekade demi dekade tentu terjadi perubahan, karena itu mitos yang serba negatif itu mungkin sekarang sudah banyak berubah atau masih ada dalam diri kita masyarakat atau bangsa Indonesia. Tapi saya pribadi melihat, tidak seperti yang dulu itu, yang jelas sudah ada perbaikan dan tranformasi," kata SBY.
SBY sekaligus mengajak agar masyarakat Indonesia mematahkan segala mitos-mitos yang bersifat negatif.
Baca Juga: Gegara Tanya Link Live Streaming Siaran Bola Voli, SBY Trending di Twitter
"Tiga mitos yang sudah saya sampaikan harus bisa kita patahkan. Paling tidak ada kesadaran, kalau ada yang kurang baik ya kita perbaiki, baik secara orang per orang, bangsa, dan negara," kata SBY.
Berita Terkait
-
Usai Temui Surya Paloh, Lanjut Sowan Ke SBY: Anies Minta Saran Soal Strategi Pemenangan
-
Anies Temui SBY Di Cikeas Hari Ini, Bahas Apa?
-
Lelang Lukisan, "Kabut Pagi di Dusun Sunyi" Karya SBY Laku Setengah Miliar Lebih
-
9 Potret Perayaan Meriah Ulang Tahun Almira Anak Annisa Pohan dan AHY, Ekspresi Datar Disorot
-
Kini Mesra, Kenapa Prabowo Dulu Dimusuhi Budiman Sudjatmiko?
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Sebut Indikasi Kecelakaan Kalideres Murni Musibah, Kadispenad Pastikan Pemeriksaan Tetap Dilakukan
-
Update Gempa M 7,6: Nyaris Seribu Gempa Susulan Guncang Maluku Utara
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
AS-Israel Gempur Wilayah Iran: 15 Orang Tewas, Pasukan IRGC Gugur dan Pilot F-15E Dicari
-
Spesifikasi Pesawat A-10 Thunderbolt II 'Warthog' Milik AS, Hancur Ditembak Iran
-
Gembira Dihampiri Kasatgas PRR, Asa Penyintas di Desa Sekumur Kembali Menyala
-
Polda Riau Bongkar Mafia Solar Subsidi di Pelalawan dan Inhil, Hak Rakyat Kecil Terselamatkan
-
Di momen Ramadhan, Jusuf Kalla mengadakan sejumlah pertemuan dengan beberapa pihak
-
Siasat Cegah Defisit, JK Sarankan Pemerintah Evaluasi Anggaran dan Kurangi Subsidi
-
Jusuf Kalla Bantah Tuduhan Danai Isu Ijazah Jokowi