Suara.com - Momen mengejutkan terjadi ketika mobil Presiden Jokowi tengah melintas di daerah Binjai, Sumatera Utara pada Jumat (25/8/2023). Tiba-tiba ada seorang pria berpeci hitam mengadang mobil sedan hitam yang membawa Presiden Jokowi.
Pria itu berdiri di depan mobil dan berusaha menghentikannya. Dia tampak memegang sebuah surat untuk Jokowi. Simak fakta pria berpeci yang tendang mobil Presiden Jokowi di Binjai berikut ini.
Pria berpeci hitam adang mobil Jokowi
Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Kota Binjai, Sumatera Utara pada Jumat (25/8/2023). Masyarakat juga sudah berkumpul di pinggir jalan untuk menyambut orang nomor satu di Indonesia itu.
Namun di tengah perjalanan tanpa diduga ada seorang pria nekat yang mengadang mobil Jokowi. Pria yang memakai baju batik warna ungu muda dan peci hitam itu berusaha mendekat ke jendela mobil di mana Jokowi berada.
Bahkan beberapa kali pria itu mengetuk kaca jendela mobil Presiden Jokowi. Namun aksi itu segera dihentikan oleh polisi.
Pria itu rupanya masih belum menyerah. Untuk kedua kalinya pria tersebut berusaha mendekati mobil presiden. Untungnya polisi berhasil menahan dan kemudian mengamankan pria itu.
Bawa surat
Pria itu tampak menunjukkan secarik kertas yang diduga sebuah pesan untuk Jokowi. Namun sebelum usahanya itu berhasil, ada dua polisi yang berhasil menangkap pria tersebut.
Baca Juga: Buka Peluang Berkomunikasi dengan Sandiaga Uno, Presiden PKS Tegaskan Tetap Usung Anies
Kemudian pria itu diarahkan ke pinggir jalan untuk diamankan. "Ingin ketemu pak," jelasnya pada polisi yang menangkapnya.
Kertas yang dibawa pria itu terlihat diambil oleh paspampres. Sementara mobil yang membawa Presiden Jokowi terus melaju dikawal paspampres.
Kondisi nyaris rusuh
Bukan hanya itu, terlihat keadaan sekitar juga nyaris rusuh ketika mobil presiden melintas mendekati rombongan warga yang berdiri di pinggir jalan. Saat itu memang banyak warga yang turut mendekati mobil Jokowi. Pasalnya orang nomor satu di Indonesia itu sedang membagikan sejumlah barang ke warga sehingga dengan seketika mereka berebut untuk mengambilnya.
Identitas pria tak diketahui
Belum diketahui identitas pria berpeci hitam dan motifnya mengadang mobil Presiden Jokowi. Pria itu beraksi seolah ingin memberikan secarik kertas putih namun aksinya digagalkan personil kepolisian yang ada di lokasi.
Berita Terkait
-
Buka Peluang Berkomunikasi dengan Sandiaga Uno, Presiden PKS Tegaskan Tetap Usung Anies
-
Setelah SBY, Kini Giliran Ketua Majelis Syuro PKS Disambangi Anies: Samakan Strategi!
-
Lanjutkan Program Jokowi, Ganjar Pranowo: Kita Sudah Siapkan Strategi Mengetaskan Kemiskinan
-
Stadion Jatidiri Semarang Memerah, PDIP Jateng Siap Menangkan Ganjar Pranowo
-
Viral Emak-emak Cuci Motor Pakai Air Laut, Netizen: Siap-Siap Jualan Besi Bekas
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
Terkini
-
KPK Usul Pembatasan Uang Tunai di Pemilu, Ganjar Pranowo: Bagus, Tapi Pertimbangkan Daerah Remot
-
Kisah Nuryati Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Kehabisan Oksigen Usai Gagal Dievakuasi Lewat Jendela
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
Pakar UGM Soroti Efek Domino Tabrakan Kereta Bekasi: Pelanggaran di Perlintasan Jadi Pemicu Maut!
-
Jadi Kepala Bakom RI, Qodari Tegaskan Komunikasi Harus Agresif Tak Hanya Proaktif
-
15 Warga Tewas di Puncak Papua, DPR Desak Investigasi Independen dan Transparan
-
Presiden Soroti Jalur Kereta Tanpa Palang, Menhub Janji Segera Pasang Pintu Perlintasan Baru
-
Tim Advokasi Tolak Hadiri Sidang Kasus Andrie Yunus di Pengadilan Militer, Anggap Hanya Skenario
-
Patah Tulang hingga Luka Memar, 17 Korban Kecelakaan KRL Masih Jalani Rawat Inap di RSUD Bekasi
-
Kasus Andrie Yunus: Tim Hukum Curigai TNI Ikuti Skenario, Investigasi Independen Diabaikan