Suara.com - Ada sebanyak 88 WNA China di kawasan Kara Industri, kota Batam ditangkap Polri terkait kasus pemerasan melalui video call seks (VCS). Dalam penangkapan ini, Polri bekerja sama dengan Ministry of Public Security Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk membongkar tindak pidana love scamming di Batam.
Hasil penyelidikan sementara para korban love scamming merupakan masyarakat di China meski para pelaku beroperasi di Indonesia. Hanya saja, petugas tetap mendalami dugaan adanya korban yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI). Lantas, apa itu love scaming? Simak ulasannya berikut ini.
Apa itu Love Scamming?
Love scamming adalah bentuk penipuan yang dilakukan melalui internet dengan memanfaatkan emosi dan keyakinan korbannya. Biasanya, para pelaku memulai dengan berkenalan lewat aplikasi kencan atau media sosial, lalu merangkai hubungan romantis dengan korban.
Setelah merasa akrab, mereka akan meminta uang atau barang berharga dengan berbagai alasan seperti masalah kesehatan, kecelakaan, atau kesulitan finansial. Tidak jarang juga, para pelaku akan mengajukan permintaan informasi pribadi seperti nomor kartu kredit atau password rekening bank.
Para pelaku love scamming cenderung sangat terampil dalam menunjukkan perhatian dan ketulusan, sehingga korban merasa yakin dan percaya pada mereka.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami dengan baik tentang love scamming serta pola-pola yang mereka gunakan, agar kita tidak jatuh ke dalam perangkap penipuan ini.
Berikut adalah beberapa ciri-ciri love scamming:
Baca Juga: Sebanyak 88 WNA China Terjaring Kasus Love Scamming di Batam
1. Terlalu cepat jatuh cinta
Pelaku love scamming biasanya terlalu cepat jatuh cinta dan ingin menjalin hubungan yang serius dengan korban.
2. Tidak pernah bertemu secara langsung
Pelaku love scamming jarang atau bahkan tidak pernah bertemu secara langsung dengan korban.
3. Meminta uang atau barang berharga
Pelaku love scamming akan meminta uang atau barang berharga dari korban dengan berbagai alasan seperti sakit, kecelakaan, atau masalah keuangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas