- Indonesia dikategorikan relatif aman karena jauh dari pusat konflik geografis dan tidak memihak blok militer manapun.
- Peneliti UGM menyatakan keamanan bergantung kriteria; Indonesia lebih stabil dibandingkan negara dengan kekerasan bersenjata harian.
- Singapura dinilai lebih berisiko di Asia Tenggara sebab menjadi pusat aset ekonomi dan militer kekuatan global tertentu.
Suara.com - Narasi mengenai posisi Indonesia sebagai salah satu negara paling aman jika Perang Dunia III pecah belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.
Indonesia bahkan bersanding dengan negara-negara seperti Swiss, Islandia, dan Selandia Baru dalam daftar wilayah yang dianggap memiliki risiko rendah terkena dampak langsung konflik global.
Menanggapi klaim tersebut, Peneliti Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian Universitas Gadjah Mada (PSKP UGM), Achmad Munjid, menjelaskan bahwa penilaian aman atau tidaknya sebuah negara sangat bergantung pada kriteria yang digunakan.
Jika merujuk pada intensitas kekerasan bersenjata harian, seperti yang terjadi di Amerika Serikat, Indonesia memang dapat dikategorikan sebagai negara yang relatif stabil dan aman bagi penduduknya.
"Ya, itu tergantung kriterianya. Kalau aman dalam pengertian kalau dibandingkan dengan Amerika karena kekerasan bersenjata itu terjadi setiap minggu, penembakan massal misalnya, ya kita memang aman," kata Munjid, Selasa (10/3/2026).
Secara geografis, Indonesia berada cukup jauh dari pusat konflik yang saat ini memanas di Timur Tengah. Posisi politik Indonesia yang tidak memihak pada blok militer manapun juga menjadi faktor kunci mengapa negara ini dianggap aman jika terjadi perang besar antara kekuatan dunia.
"Saya kira kalau dianggap aman itu ya aman karena kita ini enggak masuk ke blok mana pun dan secara geografis jauh," ucapnya.
Munjid memberi perumpamaan bahwa jika dampak perang dunia diibaratkan sebagai tsunami, Indonesia adalah wilayah yang paling terakhir terkena gelombangnya.
"Jadi kalau konflik yang di Timur Tengah sampai mencapai wilayah kita itu artinya ya semua wilayah sudah tercapai oleh konflik itu," imbuhnya.
Baca Juga: Tak Ada Negara yang Beneran Aman Jika Perang Dunia III Pecah, Kenapa Indonesia Bisa Disebut Aman?
Dalam lingkup regional Asia Tenggara, Munjid membandingkan kondisi Indonesia dengan Singapura. Menurutnya, Singapura justru memiliki risiko keamanan yang lebih tinggi jika konflik global meluas karena menjadi pusat bagi banyak aset ekonomi dan militer milik Amerika Serikat maupun Israel.
"Kalau mungkin Asia Tenggara yang merasa paling tidak aman ya kayak Singapura karena Singapura kan banyak aset Amerika, banyak asetnya Israel, secara ekonomi mereka sangat dekat," ujarnya.
Meskipun Indonesia memiliki objek vital strategis seperti Freeport, keberadaannya tidak secara otomatis menjadikan negara ini target utama dalam perang dunia. Dibandingkan dengan keterlibatan mendalam negara-negara lain dalam kepentingan global, posisi Indonesia masih dinilai minor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Kronologi Donald Trump dan Istri Dievakuasi, Tembakan Meletus di Gedung Putih
-
Apresiasi Daerah Berprestasi 2026 Digelar, Mendagri Dorong Iklim Kompetitif Antardaerah
-
APPMBGI Ingatkan Potensi Tekanan Pasokan Pangan Imbas Program MBG
-
Presiden Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan dan Blokade
-
Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!
-
Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat