Suara.com - Warga mendengar suara cekcok mulut, sesaat sebelum peristiwa penusukan yang menewaskan pria bernama Rizky Alam (27) di Jalan Langsat, RT 01, RW 16, Lagoa, Koja, Jakarta Utara, Rabu (6/9/2023) dini hari. Tak hanya itu, seorang pemuda bernama Oktavianus Steven Tauran (20) turut menjadi korban penusukan.
Warga bernama Tika (35) mengatakan keributan itu pertama kali didengar oleh suaminya. Kemudian, Tika pun mengaku dibangunkan oleh suaminya setelah mendengar ada cekcok mulut di luar rumahnya.
"Saya di-bangunin suami, abis itu buka pintu kan, pas dilihat itu sudah ada dua orang bersimbah darah,” kata Tika saat ditemui di lokasi, Rabu (6/9/2023).
Tika mengaku, cekcok mulut di depan rumah memang kerap terjadi, namun tidak sampai ada pertumpahan darah. Menurutnya, keributan yang terjadi saat subuh tadi hanya melibatkan sekitar tiga orang.
"Gak ramai banget, gak kayak orang tawuran. Paling yang saya denger cuma ada 2-3 orang aja,” ujar Tika.
Tika mengaku melihat dua orang yang tergeletak bersimbah darah setelah ditusuk.
Dia pun mengaku sempat melihat kondisi terakhir Rizky Alam, korban tewas yang hanya terdiam di pojokan ruko.
Sementara satu korban lainnya, sempat meminta pertolongan warga.
"Satu orang yang gemuk tuh diam aja, itu yang meninggal. Nah temen-nya tuh sempat minta tolong, tapi mau diri, jatuh, mau diri lagi, jatuh lagi,” jelas Tika.
Tika mengaku, yang banyak mengetahui soal hal itu yakni suaminya, karena suaminya juga yang menghubungi hansip di lingkungan tersebut.
"Sampai sekarang suami saya masih di Polsek, masih diperiksa jadi saksi,” tutup Tika.
Berita Terkait
-
Tiga Prajuritnya Terlibat Pembunuhan Imam Masykur, Panglima TNI: Saya Mohon Maaf ke Seluruh Rakyat Indonesia
-
Tergeletak di Dekat Showroom Motor Bekas, Bau Anyir Darah Korban Pembunuhan di Koja Masih Tercium
-
Mayatnya Tergeletak di Jalanan, Polisi Ringkus 2 Terduga Pembunuh Pria di Koja Jakut
-
3 Prajurit Terlibat Pembunuhan Imam Masykur, Panglima TNI: Tidak Ada Impunitas
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
WNA Filipina di Palopo Ditahan Imigrasi karena Miliki e-KTP Indonesia
-
Dudung Warning Oknum di Program MBG: Jangan Jual Titip dan Cari Keuntungan
-
Wapres Gibran Panggil KSP Dudung, Bahas Persoalan MBG
-
Bandingkan Aturan Kuota Haji Muhadjir vs Gus Yaqut, KPK Temukan Anomali 'Separuh-separuh'
-
Status Jabatan Sekda Tangsel Menggantung, BKN Didesak Segera Keluarkan Surat Pengukuhan
-
KAI Tutup 7 Titik Maut Perlintasan Liar di Jakarta, Ini Daftar Lokasinya
-
Segera Naik Sidang, KPK Limpahkan Perkara Bupati Pati Sudewo ke Tahap Penuntutan
-
'Jangan Kaget Bunda, HP Sudah Dibuang ke Laut', Pesan Terakhir Andi Angga Sebelum Ditangkap Israel
-
Menhan Sjafrie Sebut Manfaat Batalyon Teritorial Pembangunan: Tumpas Begal Hingga Jadi Imam Masjid
-
Mengapa Rupiah Melemah Bikin Warga Desa Ikut Susah? Menepis Logika 'Orang Desa Tak Pakai Dolar'