Suara.com - Di Karanganyar Jawa Tengah, ada sebuah candi Hindu yang diberi nama Candi Sukuh. Candi Sukuh ini telah dibangun pada masa Majapahit, tepatnya pada abad ke-15 Masehi, yaitu pada masa pemerintahan Ratu Suhita. Informasi ini sebagaimana dikutip dari laman kebudayaan kemdikbud.
Penasaran, seperti apa fakta-fakta Candi Sukuh? Mari simak ulasan menarik yang telah berhasil dirangkum dari berbagai sumber di bawah ini.
Fakta-Fakta Candi Sukuh
Berikut ini adalah ulasan menarik seputar fakta-fakta Candi Sukuh, sebagaimana telah dirangkum dari berbagai sumber. Simak, yuk!
1. Candi Sukuh Ditemukan Tahun 1815
Diketahui, Candi Sukuh pertama kali ditemukan oleh Johnson, Residen Surakarta pada tahun 1815 silam. Johnson menemukan Candi Sukuh ketika ia melakukan penelitian untuk mengumpulkan data-data guna menulis buku The History of Java yang dilakukan oleh Thomas Stamford Raffles.
Kemudian saat masa pemerintahan Britania Raya berlalu, Van der Vlies yang merupakan arkeolog Belanda melakukan penelitian pemugaran pertama yang dimulai pada tahun 1928.
Sementara itu, Candi Sukuh berlokasi di lereng kaki Gunung Lawu dengan ketinggian kurang lebih 1186 meter, tepatnya di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
2. Mirip dengan Kuil Piramida Chichen Itza di Meksiko
Baca Juga: Berkunjung ke Candi Badut, Keajaiban Sejarah Tersembunyi di Kota Malang
Candi Sukuh sering disebut mirip dengan kuil piramida Chichen Itza yang ada di Meksiko. Sepintas dilihat desainnya memang hampir sama, hanya saja secara ukuran Chichen Itza lebih megah dan besar.
Sebenarnya, bangunan piramida yang dibangun di beberapa negara di dunia, entah berbentuk makam, kuil, candi, dan lain sebagainya, memiliki konsep yang sama. Bangunannya didirikan secara meruncing ke atas.
Sebagaimana disebutkan dalam video American Unearthed di YouTube, mendukung pernyataan Giorgio A Tsukalos dan Jason Martell. Mereka menyebutkan bahwa kemungkinan suku-suku yang telah berpencar ke berbagai daerah ini memiliki moyang dan ajaran yang sama dalam membangun sebuah bangunan.
Hanya saja penelitian ini juga menyertakan pendapat bahwa kemungkinan ada intervensi manusia luar angkasa dalam mengajari pembuatan bangunan itu.
Salah satu penjelasan lain yang lebih bisa diterima oleh logika adalah adanya unsur religi dan ketuhanan. Manusia pada zaman itu menganggap hubungan kepada Sang Pencipta itu ke atas sehingga banyak bangunan diciptakan mengerucut ke atas.
3. Candi Sukuh Memiliki Keunikan Tersendiri
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Anggota DPRD DKI beberkan kondisi memprihatinkan Flyover Pesing