Suara.com - Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dikabarkan marah setelah mengetahui ketua umum partainya itu, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai deklarasi pasangan capres-cawapres, beberapa waktu lalu.
Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menyampaikan hal tersebut dalam siniar pada kanal YouTube Bambang Widjojanto. Namun, ia menyatakan tak ingin menyebut hal itu sebagai politisasi ataupun kriminalisasi dari lawan politik.
"Saya tidak ingin mengatakan bahwa ini politisasi, kriminalisasi, ndak," katanya.
Meski begitu, ia mengaku heran lantaran momennya bertepatan setelah Cak Imin melakukan deklarasi cawapres bersama Anies.
"Kok yoo pas, gitu aja," imbuhnya.
Walau hal tersebut terjadi, Jazilul mengamini bahwa hal itu sesuatu yang biasa dalam dinamika politik di Indonesia.
"Ya itu kan biasa dinamika politik yah. Dan Pak Muhaimin saya yakin punya komitmen terhadap pemberantasan korupsi," katanya.
Menurutnya, persoalan stigma seperti itu tidak dialami Cak Imin sekali ini saja. Lantaran itu, dia menilai lama-lama masyarakat akan semakin cerdas melihat keadaan.
"Stigma model begitu tidak dialami Pak Muhaimin sekali ini saja. Lama-lama, saya yakin masyarakat makin cerdas untuk melihat keadaan," lanjutnya.
Jazilul menambahkan, sebetulnya banyak kader dan politisi PKB yang menyuarakan kemarahan kepada petinggi PKB agar mengambil tindakan.
"Saya sampaikan kepada teman-teman, terus terang yah ini agak banyak yang marah (orang-orang PKB), iya serius," ujarnya.
Namun, ia mengatakan tidak akan melakukan apapun. Dia percaya, ucapan para kiai dengan membiarkan orang zalim bertempur dengan kezaliman mereka sendiri.
"Saya bilang tidaklah, seperti yang disampaikan para kiyai, biarlah yang zalim bertempur dengan kezalimannya sendiri," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dipanggil KPK dalam pemeriksaan kasus korupsi di Kemenaker mengenai sistem proteksi TKI yang menyeret namanya.
Kasus tersebut kembali diusut setelah mengendap sejak tahun 2012, bahkan saat ini lembaga antirasuah sudah menetapkan tersangka. Untuk diketahui, saat kasus tersebut terjadi Cak Imin menjabat Menteri Tenaga Kerja pada masa Pemerintahan SBY.
Kontributor : Ayuni Sarah
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser