Suara.com - Bakal Calon Presiden yang juga mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengenang masa kuliahnya di jurusan S2 Ilmu Politik, Universitas Indonesia (UI) ketika menghadiri kuliah kebangsaan di FISIP UI.
Ketika memulai pemaparannya, Ganjar menyapa para Profesor dan dosen yang hadir dalam acara tersebut. Politikus PDIP itu mengaku senang bisa diundang untuk mengisi materi dalam kuliah kebangsaan.
"Saya senang bisa bertemu dengan keluarga saya di mana saya pernah menimba ilmu di sini," ujar Ganjar disambut tepuk tangan hadirin di lokasi, Senin (18/9/2023).
Ganjar berkelakar para dosen FISIP menyebalkan dan susah memberi nilai yang bagus.
"Anda akan mengalami proses yang menarik dengan guru-guru dosen yang nyebelin yang pasti sering kasih tugas dan anda tahu nilainya pelit," ucap Ganjar mengundang gelak tawa para mahasiswa.
Foto Ganjar ketika masih menjadi mahasiswa UI pun ditampilkan. Sontak, foto tersebut mengundang gelak tawa para dosen dan mahasiswa yang ada di Balai Serbaguna Purnomo Prawiro.
Ganjar mengaku bisa mencapai kariernya saat ini berkat bantuan dosen-dosen yang disebutnya tadi menyebalkan dan 'pelit' nilai. Lagi-lagi, hadirin di lokasi memberikan tepuk tangan untuk bakal calon presiden (capres) 2024 tersebut.
"Foto itu otentik saya pernah kuliah di sini, tapi ketahuilah gara-gara dosen yang nyebelin. Sering ngasih tugas dan pelit saya bisa berdiri di sini karena mereka," kata Ganjar.
Untuk diketahui, Ganjar Pranowo menghadiri kuliah kebangsaan di FISIP, UI, Depok, Senin (18/9/2023). Adapun kuliah kebangsaan tersebut bertajuk 'Hendak ke Mana Indonesia Kita'.
Baca Juga: Ganjar Singgung Budaya Korupsi: Bikin Investor Malas ke Indonesia
Pantauan di lokasi, Ganjar terpantau tiba pukul 08.46 WIB di Balai Serbaguna Purnomo Prawiro. Ganjar terlihat mengenakan kemeja bermotif garis hitam-putih.
Setiba di lokasi, Ganjar disambut oleh Dekan FISIP UI beserta jajaran. Setelahnya, Ganjar lalu memasuki aula Balai Serbaguna Purnomo.
Ganjar kemudian disambut tepuk tangan riuh oleh para mahasiswa UI yang hadir. Sejumlah mahasiswa itu meneriak Ganjar.
Berita Terkait
-
Tingkatkan Elektabilitas, Ganjar Akan Banyak Hadir Menyapa Warga Jabar Bareng Kepala Daerah dari PDIP
-
Ganjar Pranowo Hadiri Kuliah Kebangsaan di UI, Disambut Riuh Mahasiswa
-
Survei Politika: Elektabilitas Ganjar-RK Gacor Di Tiga Simulasi, Prabowo Dan Anies Tumbang
-
Ganjar Singgung Budaya Korupsi: Bikin Investor Malas ke Indonesia
-
Janji Sandiaga Jika Ganjar Pilih Figur Cawapres Lain; Kami Tetap akan Istiqomah
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
MAKI Ingatkan Jaksa Jangan Terjebak Manuver Nadiem Makarim
-
Kemenkes Siapkan Strategi Swab Mandiri untuk Perluas Deteksi Dini Kanker Serviks
-
KPK Bakal Periksa Eks Menaker Hanif Dhakiri Terkait Kasus Korupsi RPTKA
-
Polda Metro Jaya Sita 27 Kg Sabu dan Happy Five Senilai Rp41,7 Miliar di Tangerang
-
Propam Usut Dugaan Salah Prosedur Polisi yang Amankan Pedagang Es Gabus di Johar Baru
-
Bukan Cuma 28, Satgas PKH Ungkap Potensi Gelombang Baru Pencabutan Izin Perusahaan Pelanggar Hutan
-
KAI Daop 1 Rilis Jadwal Mudik Lebaran 2026, Siapkan 37 Ribu Kursi Per Hari
-
Pascabanjir Cengkareng, Sudin LH Jakbar Angkut 187 Ton Sampah dalam 8 Jam
-
Mensos Paparkan Data Bencana Januari 2026: 34 Titik Melanda Indonesia, Jawa Jadi Wilayah Terbanyak
-
12 Aparat Hukum Diduga Perkosa Seorang Ibu di Papua, Saksi Mata Ungkap Kronologi Pilu