Suara.com - Belakangan ini sedang viral kasus bunuh diri yang dilakukan nasabah pinjol AdaKami karena diteror oleh debt collector. Kemudian banyak orang yang bertanya-tanya, pinjol AdaKami resmi atau tidak?
Merangkum berbagai sumber, peristiwa bunuh diri ini berawal dari nasabah yang meminjam uang di pinjol AdaKami sebesar Rp 9,4 juta dengan total pengembalian dana hingga Rp 19 juta.
Bunga yang dipatok AdaKami adalah 0,4 persen per hari dengan biaya admin yang sangat tinggi, yaitu hampir 100 persen.
Pihak debt collector kemudian menagih utang nasabah tersebut dengan cara yang menakutkan seperti menebar teror ke keluarga dan kerabat korban.
Mirisnya, teror masih berlanjut bahkan hingga nasabah sudah meninggal. Hal ini langsung menjadi sorotan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari menyampaikan pihaknya mengadakan pertemuan dengan AdaKami pada hari ini.
Kasus ini kemudian viral dan membuat banyak orang bertanya-tanya, apakah pinjol AdaKami beroperasi secara resmi atau sebaliknya, ilegal?
Pinjol AdaKami Resmi atau Tidak
Seperti yang diketahui, AdaKami adalah platform pinjaman dana tunai yang beroperasi online dengan model P2P. Platform ini sudah mengantongi izin resmi dan di awasi OJK. Dalam catatan situs Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), AdaKami berdiri pada 5 Juni 2018 di Indonesia.
Baca Juga: Detik-detik Yana Mulyana Diberhentikan Secara Tidak Hormat Sebagai Wali Kota Bandung
Banyak yang tak tahu, AdaKami adalah anak perusahaan fintech FinVolution Group, sebuah platform fintech terkemuka di China yang didirikan tahun 2007. Catatan per tanggal 31 Maret 2023 mengungkap FinVolution memiliki lebih dari 164,5 juta pengguna yang terdaftar secara kumulatif.
Sementara itu, website resmi AdaKami mencatat kinerja positif di tahun 2022, kala bisnis P2P baru berkembang di Indonesia. Platform ini mencatat pendapatan hingga Rp 1,24 triliun per 31 Desember 2022.
Sepanjang tahun 2022, beban pokok dan beban operasional perusahaan ini tercatat mencapai Rp 854,94 miliar. Kesimpulannya, laba perusahaan pinjol ini mencapai Rp 393,27 miliar.
Kamudian ada beban lain-lain yang tercatat senilai Rp 222,94 miliar dengan penghasilan komprehensif sebesar Rp 2,18 miliar. Dapat ditarik kesimpulan laba komprehensif tahun berjalan AdaKami mencapai Rp 172,51 miliar di tahun 2022.
Perusahaan ini juga mencatat jumlah aset hingga Rp 617,07 miliar di akhir tahun lalu dengan ekuitas tercatat senilai Rp 344,29 miliar.
Demikian penjelasan singkat tentang pinjol AdaKami resmi atau tidak. Semoga informasi ini bermanfaat dan bisa menjawab rasa penasaran pembaca.
Kontributor : Rima Suliastini
Berita Terkait
-
Detik-detik Yana Mulyana Diberhentikan Secara Tidak Hormat Sebagai Wali Kota Bandung
-
Kenapa Tidak Bisa Buat Akun CPNS 2023? Jangan Panik, Ini Penyebabnya
-
Tak Ingin Menikah Seumur Hidup, Bolehkah Menurut Agama Islam? Ini Penjelasan Buya Yahya
-
Tak Sanggup Bayar dan Diteror Debt Collector, Korban Pinjol Akhiri Hidup
-
Profil dan Biodata Bernardino Moningka Vega Dirut AdaKami, Pinjol yang Viral Usai Nasabah Bunuh Diri
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Menunggu 22 Tahun Hingga Hamil di Usia 45: Kisah Nyata Perjuangan Bayi Tabung yang Menginspirasi
-
Euforia Piala Dunia 2026 Tak Cukup Selamatkan Ekonomi Meksiko: Stadion Penuh, Pemasukan Lesu
-
KPK Tolak Laporan Menhut Raja Juli Kembalikan Amplop Bupati Kuansing
-
Jejak Brutal MYF: Pembacok Samurai di Lumajang yang Ternyata Predator Pemerkosa Driver Ojol
-
Detik-detik Kakek Saniman Terhantam CBR Saat Putar Balik di Watudakon Jombang
-
Jika Argentina Juara, Benarkah Dinasti Baru Sepak Bola Dunia Resmi Dimulai?
-
Deschamps Akui Prancis dan Inggris Sama-sama Ogah Main, tapi Tetap Serius Bidik Tempat Ketiga
-
Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut
-
Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F
-
Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra