Suara.com - Belakangan dikabarkan bahwa Amerika Serikat akan melakukan shutdown pada pemerintahan yang dimilikinya. Hal ini dikarenakan adanya ledakan hutang yang negara tersebut miliki. Tapi sebenarnya Amerika shutdown artinya apa? Apa dampaknya untuk Indonesia dan dunia?
Dikabarkan utang yang dimiliki Amerika Serikat saat ini berada di angka US$33 triliun, atau setara dengan Rp508.200 triliun. Kondisi ini yang memicu wacana shutdown yang dilakukan oleh pemerintah tersebut. Banyak spekulasi yang beredar mengenai pemicu utang yang besar ini, salah satunya adalah isu bantuan ke Ukraina dan operasional negeri Paman Sam yang memang besar.
Apa Artinya Shutdown bagi sebuah Negara?
Pendanaan pemerintah sendiri akan berakhir pada hari Sabtu, 30 September 2023 ketika pergantian hari waktu setempat. Hal ini sekaligus menandai tahun fiskal yang baru. Jika kongres gagal meloloskan undang-undang untuk memperbarui pendanaan pada batas waktu tersebut, maka pemerintah federal akan mengalami shutdown.
Penutupan pemerintahan akan berarti banyak operasi pemerintah yang terhenti. Namun demikian layanan-layanan yang dianggap mendasar dan krusial akan tetap berlanjut. Beberapa operasi yang kemudian akan terus berjalan antara lain adalah perlindungan publik dan keamanan nasional. Kemudian perlindungan perbatasan, penegakan hukum federal, dan kontrol lalu lintas udara.
Pegawai federal yang pekerjaannya dianggap kurang penting akan dirumahkan dan tidak menerima gaji penutupan. Gaji juga tidak akan diterima oleh karyawan yang masih bekerja.
Mengapa AS Bisa Sampai Shutdown?
Alasan utama kemungkinan terjadinya penutupan sebenarnya ada pada anggota DPR dari Partai Republik, menurut Presiden Joe Biden. Partai ini berniat memangkas anggaran belanja melebihi yang ditetapkan dalam kesepakatan Juni lalu.
Dengan tenggat waktu yang semakin dekat, sejumlah anggota parlemen dari kedua partai berharap dapat meloloskan perpanjangan pendanaan jangka pendek yang dikenal dengan resolusi berkelanjutan.
Baca Juga: Kronologis Bule Amerika Tega Bunuh Mertua di Banjar, Berawal Cekcok Masalah Rumah Tangga
Langkah jangka pendek ini sering digunakan sebagai solusi sementara untuk menghindari shutdown dan memberikan waktu untuk mencapai kesepakatan pendanaan berikutnya.
Dampaknya untuk Sektor Militer
Untuk sektor militer sendiri setidaknya dua juta personal militer Amerika Serikat akan tetap berada di pos mereka. Tapi sekitar setengah dari 800.000 pegawai yang ada di Pentagon akan diberhentikan. Kontrak yang diberikan sebelum penutupan akan terus berlanjut, dan Pentagon dapat memberikan pesanan baru untuk pasokan atau layanan yang diperlukan untuk melindungi keamanan nasional.
Sementara itu sebagai catatan, kontrak baru termasuk pembaruan atau perpanjangan tidak akan diberikan.
Itu tadi sekilas tentang Amerika Serikat shutdown artinya apa dan dampaknya untuk pemerintahan, sosial, dan militer di AS. Semoga berguna, dan selamat melanjutkan kegiatan Anda berikutnya!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
-
Profil Arthur Welohr: Bule Amerika yang Tusuk-Bunuh Mertua di Banjar, Apa Motifnya?
-
Kapan Penutupan Pendaftaran CPNS 2023? Awas Jangan Telat Bikin Akun dan Daftar
-
Sadis! Ngamuk Diduga Gegara Tak Dibela Istri, Bule Amrik Bunuh Mertua: Arthur Tusuk Leher Agus Bertubi-tubi
-
4 Dampak Buruk Roleplay di Media Sosial yang Harus Kamu Waspadai
-
Penutupan CPNS 2023 Tanggal Berapa? Jangan Sampai Telat Daftar!
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana