Suara.com - Seorang oknum perwira menengah di jajaran Polda Sulawesi Utara (Sulut) dilaporkan oleh anggota Polresta Manado atas tuduhan penganiayaan terhadap anggota intel.
Perwira menengah yang dilaporkan atas kasus polisi hajar polisi itu adalah Karo Ops Polda Sulut Kombes Pol Wawan Wirawan. Sementara anggota polisi yang melaporkannya adalah Aiptu Jufri Suhani, anggota Satintelkam Polresta Manado.
Penganiayaan itu terjadi ketika Aiptu Jufri Suhani tengah melakukan penyelidikan penjualan mainan anak ilegal. Kekinian kasus penganiayaan itu ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Propam Polda Sulut. Simak fakta polisi hajar polisi di Sulut berikut ini.
Rekaman video CCTV
Rekaman CCTV viral mengungkap kejadian Aiptu Jufri jadi korban pemukulan atasannya di Polda Sulut. Video CCTV mengenai pemukulan itu diunggah ke X (dulu Twitter) melalui akun @/Heraloebss dan langsung viral dalam waktu singkat.
Dalam video, polisi berpangkat Aiptu itu dibawa ke sebuah gudang penyimpanan oleh sang atasan. Entah karena hal apa, atasan polisi itu langsung melayangkan pukulan ke bagian kepala korban yang langsung membuatnya terbaring di lantai. Bukan hanya satu kali, beberapa pukulan diberikan oleh atasan polisi di Polda Sulut itu.
Kronologi kejadian
Karo Ops Polda Sulut Kombes Wawan Wirawan diduga menganiaya anggota Intelkam Polresta Manado bernama Aiptu Jufry Suhani. Peristiwa penganiayaan itu terjadi ketika Aiptu Jufry sedang menyelidiki penjualan mainan anak yang diduga ilegal karena tidak memiliki logo SNI pada Kamis (21/9/2023) malam.
Penyelidikan yang dilakukan Aiptu Jufry menyasar ke gudang milik Toko SGP Toys yang beralamat di Jalan AA Maramis, Kecamatan Mapanget, Kota Manado. Ketika melakukan penyelidikan, anggota Intelkam Polresta Manado itu awalnya berbincang dengan kepala toko mainan yang tengah diselidikinya.
Baca Juga: Pelaku Bully di Cilacap Masih Pelajar, Polisi Tangani Sesuai Hukum Anak
Tak lama kemudian, ada dua anggota polisi dari Polda Sulut yang diketahui diperintah oleh Karo Ops Polda Sulut Kombes Wawan Wirawan.
Selanjutnya terjadi pembicaraan sesama polisi itu terkait penyelidikan kasus dugaan penjualan mainan ilegal. Ketika terjadi pembicaraan antara ketiganya, kemudian datang Kombes Wawan Wirawan ke Toko SGP Toys.
Kombes Wawan Wirawan lalu memanggil Aiptu Jufry Suhani masuk ke dalam gudang dan mengunci pintu gudang itu. Setelahnya, Kombes Wawan memukul Aiptu Jufry Suhani di bagian perut dan kepala hingga akhirnya korban jatuh tersungkur di lantai.
Kombes Wawan Wirawan juga diduga menginjak Aiptu Jufry Suhani. Ketika Aiptu Jufry bangkit, Kombes Wawan memarahinya kemudian kembali memukuli korban satu kali di bagian perut.
Bukan aniaya, tapi teguran
Namun Kombes Wawan Wirawan membantah melakukan penganiayaan terhadap Aiptu Jufry. Dia berdalih hanya memberikan pembinaan kepada bawahannya itu.
Berita Terkait
-
Pelaku Bully di Cilacap Masih Pelajar, Polisi Tangani Sesuai Hukum Anak
-
Pelaku Pembacokan Guru MA di Demak Ditangkap Polisi, Orang Tua: Yang Beli Beras Buat Aku Siapa?
-
Lolly Ternyata di Kantor Polisi karena Dilaporkan oleh Eda: Jadi Drama, Aku Berusaha Menutup Semuanya
-
Viral Korban Begal di Bandung Dimintai Uang oleh Oknum Polisi, Propam Turun Tangan
-
Suaminya Polisi Tunanetra, Kisah Linda Ibu Bhayangkari Banting Tulang jadi Cleaning Service saat Hamil Tua
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar
-
Megawati Tiba di Rakernas PDIP, Siapkan Arahan Tertutup Usai Disambut Prananda Prabowo
-
Gus Yaqut Tersangka Skandal Haji, Tambah Daftar Panjang Eks Menteri Jokowi Terjerat Korupsi
-
Konsisten Tolak Pilkada Lewat DPRD, PDIP: Masa Hak Rakyat Bersuara 5 Tahunan Mau Diambil?
-
Pakar Klarifikasi: Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said Hanya Rp300 Juta, Bukan Rp100 Miliar
-
Selamat Tinggal Rompi Oranye? KPK Tak Akan Lagi Pamerkan Tersangka Korupsi di Depan Kamera
-
PDIP: Kami Penyeimbang, Bukan Mendua, Terungkap Alasan Ogah Jadi Oposisi Prabowo
-
Subuh Mencekam di Tambora: Api Amuk 15 Bangunan, Kerugian Tembus Rp1,7 Miliar
-
Trump Dikabarkan Kirim Operasi Khusus Militer AS untuk 'Caplok' Greenland
-
Wanti-wanti Peneliti UGM Soal Superflu, Tetap Bisa Fatal Bagi yang Rentan