Suara.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan dokumen dan catatan penting dari hasil penggeledahan di rumah staf Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.
Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri menyebut, rumah staf yang digeledah pada Selasa 3 Oktober 2023 kemarin, berada di Jagakarsa, Jakarta Selatan.
"Ditemukan berikut diamankan bukti antara lain berupa dokumen yang berisi catatan penting kaitan dengan perkara ini," kata Ali lewat keterangannya yang diterima Suara.com pada Rabu (4/10/2023).
Selanjutnya sejumlah barang itu dilakukan analisis, untuk kemudian disita sebagai alat bukti.
Dikabarkan jadi Tersangka
Syahrul dikabarkan jadi tersangka korupsi di Kementerian Pertanian.
KPK menerapkan tiga pasal, pemerasan dalam jabatan, gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang.
Sejumlah lokasi lain juga sudah digeledah KPK, di antaranya rumah dinas Syahrul di Jakarta. Di lokasi tersebut, KPK menemukan uang Rp30 miliar, 12 pujuk senjata api, catatan keuangan, dan dokumen pembelian aset bernilai ekonomis.
Setelah dikabarkan 'hilang', mencuat informasi jika Mentan SYL akan pulang ke Indonesia pada sore ini. Syahrul dikabarkan akan bertolak dari Singapura ke Indonesia pada sore jelang malam.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Usai Dikabarkan 'Hilang', Mentan Syahrul Disebut Balik ke Indonesia Sore Ini
Beredar informasi terkait data maskapai yang ditumpangi Syahrul, yakni Singapore Airline.
Pesawat dengan nomor penerbangan SQ964 yang ditumpangi Syahrul itu dijadwalkan berangkat dari Singapura pukul 17.20 waktu setempat dan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 18.05 WIB.
Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Bandara Soetta soal kabar Mentan SYL akan pulang ke Tanah Air petang ini.
Berita Terkait
-
BREAKING NEWS: Usai Dikabarkan 'Hilang', Mentan Syahrul Disebut Balik ke Indonesia Sore Ini
-
Usai Mentan SYL Hilang, Giliran Rumah Pribadi di Makassar Digeledah, Bukti Apa yang Dicari KPK?
-
Isu Mentan SYL Jadi Tersangka Kian Menguat, Jadi Kode Keras Jokowi 'Usir' NasDem dari Istana
-
Sudah Beda Rumah, Kaesang Ngaku Tak Bahas Politik Apalagi Reshuffle dengan Jokowi
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis
-
Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku
-
Terkuak! Bukan Polisi, Pelaku Penganiaya Pegawai SPBU di Cipinang Ternyata Wiraswasta
-
Rekaman CCTV Ungkap Kronologi Kecelakaan Transjakarta dan Ojol di Gunung Sahari