Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai guru SDN Jatimulya 09, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, kurang pengetahuan lantaran menganggap tindakan bullying terhadap seorang bocah bernama FAA (12) hanya sebatas bercandaan.
Komisioner KPAI, Aris Adi Laksono menilai guru di sekolah korban tidak mengerti bentuk-bentuk bullying hingga perundungan.
"Mereka menganggap perundungan bullying ini suatu hal yang biasa-biasa saja, karena memang kadang pengetahuannya kurang. Bahwa bentuk bullying itu bentuknya seperti apa, perundungan itu apa dan kekerasan yang lain yang terjadi di satuan pendidikan itu seperti apa, karena tidak ada pengetahuan yang komprehensif," kata Aris saat dihubungi Suara.com, Rabu (1/11/2023).
Selain itu, Aris berpandangan Wali Kelas korban juga tidak memahami dampak-dampak dari bullying dan perundungan. Menurutnya, tindakan guru tersebut harus dievaluasi.
"Sikap guru yang kemudian menganggap ini sebagai sebuah hal yang biasa sya kira ini patut dievaluasi segala bentuk kekerasan bullying, perundungan di satuan pendidikan," tutur Aris.
Dihubungi secara terpisah, Komisioner KPAI Diyah Puspitarini mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi guna mendalami pernyataan Wali Kelas korban yang menganggap enteng kasus bullying.
"Kami akan meninjau sejauh mana memastikan berita dan informasi ini apa yg dilakukan oleh guru tersebut. Apakah melanggar Permendikbud nomor 46 Tahun 2023 kami sedang proses menuju ke sana," jelas Diyah.
Lebih lanjut, Diyah menambahkan KPAI akan mengawal kasus tersebut sampai korban mendapat keadilan. KPAI juga berencana untuk menemui keluarga korban dalam waktu dekat.
Anggap Enteng Bullying
Baca Juga: Kasus Bullying Siswi SMP di Depok Jadi Sorotan Dinas Pendidikan, Orang Tua Diminta Cek Hp Anak
Sebelumnya diberitakan, FAA siswa SDN Jatimulya 09, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, harus diamputasi bagian kaki kirinya usai diselengkat temannya. Selain itu, ia juga ternyata kerap diolok-olok di sekolah.
“Sebelum itu (jatuh) sering di olok-olok ‘anak mama, sok kegantengan’ kaya gitu, karena anak saya (Fatir) sering maju di kelas, menjatuhkan mental lah ya,” kata Ibunda Fatir, Diana Novita saat dihubungi, Selasa (31/10).
Merespon hal itu, Wakepsek SDN Jatimulya 09 yang juga merupakan Wali Kelas 6, Sukaemah mengatakan bahwa selama ini dirinya tidak pernah melihat adanya aksi olok-olok terhadap Fatir.
“Nah itu yang dikatainnya semacam apa ya, kan saya di kelas terus, kalau ada perundungan pasti lah anak-anak lapor,” kata Sukaemah saat ditemui awak media termasuk SuaraBekaci.id, Selasa (31/10).
Adapun menurutnya, di kalangan kelas 6 SD aksi saling ejek itu merupakan hal yang biasa.
“Mungkin kalau bercanda-bercandaan ‘ah lu jelek, ah lu hitam’ mungkin ya namanya sudah kelas 6, sudah biasa kayanya juga. Mungkin menurut Fatir lain lagi kali ya,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri
-
Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia
-
Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan
-
Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump
-
Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online
-
Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i
-
DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI
-
Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan
-
Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku
-
Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi