Suara.com - Setelah Bang Onim, aktivis kemanusian Indonesia lain di Gaza, Muhammad Husein turut mengkiritik konten Deddy Corbuzier yang membahas Palestina dengan Ustaz Buya Arrazy.
Pada konten tersebut Buya Arrazy membahas soal Hamas hingga tak sampainya bantuan ke Palestina. Dalam hal ini, Husein menyebut bahwa jika bukan bidangnya, lebih baik Buya Arrazy tak banyak berkomenyar.
Apalagi menurut Husein, Buya Arrazy pernah menyebut Hamas bakal membunuh siapa pun yang berbeda ideologi.
"Jadi ketika pembahasan ini dibahas ke bukan bidangnya, akan banyak blunder, beliau kan pernah bilang gerakan H ini membolehkan bunuh orang yang tidak se-ideologi dengan mereka, itu ada jejak digitalnya," ujar Husein di kanal YouTube miliknya.
"Harusnya Buya Arrazy klarifikasi dulu masalah itu, jangan membuka statement lain, clear dulu ketika mengatakan H boleh membunuh yang selisih ideologi dengannya, itu clear dulu kalau benar sampaikan buktinya, kalau salah minta maaf," imbuhnya.
Sebagai orang yang lama berada di Palestina, Husein menyebut bahwa pernyataan Buya Arrazay salah besar. Pasalnya Hamas dan kelompok lain berdampingan dengan damai di Gaza.
"Kalau saya punya bukti mereka tak seperti itu, di Gaza kan banyak ratusan ribu warga yang bukan dari H tapi mereka enggak dibunuh, orang Fatah hidup normal salat di masjid yang sama kuliah di tempat yang sama," kata Husein.
"Itu dulu deh, sebaiknya klarifikasi dulu kalau itu hoaks hati-hati itu dosa jariyah menggelinding seperti bola salju, anda lebih paham kan?" tandasnya.
Baca Juga: Hubungan AS-Malaysia Diisukan Memanas Usai PM Anwar Ibrahim Tegaskan Dukung Hamas
Berita Terkait
-
Menggali Makna Mendalam Kaffiyeh, Kain yang Jadi Simbol Solidaritas dan Perlawanan Palestina
-
Biar Nggak Salah Hujat, Pahami Dulu Bedanya Yahudi, Israel, dan Zionis
-
Cerita Dokter Gigi yang Tewas Karena Bom Israel, Syahadat Jadi Kalimat Terakhirnya
-
PM Anwar Ibrahim Dukung Hamas, Uang Ratusan Triliun Malaysia-AS Terancam Lenyap
-
Profil Buya Arrazy Hasyim, Dakwahnya Soal Palestina Kena Semprot Aktivis Gaza
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Selamat Jalan Eyang Meri, Pendamping Setia Sang Jenderal Jujur Kini Beristirahat dengan Damai
Terkini
-
Pramono Anung Akui Operasional RDF Rorotan Masih Penuh Tantangan: Kami Tangani Secara Serius
-
Paulus Tannos Kembali Ajukan Praperadilan dalam Kasus e-KTP, KPK: Tidak Hambat Proses Ekstradisi
-
Epstein Files Meledak Lagi: Deretan Nama Besar Dunia Terseret, dari Trump sampai Bos Teknologi
-
Pemerintah Nilai Tak Ada Resistensi RI Gabung BoP, Sebut Cuma Beda Pendapat
-
MGBKI Dukung Putusan MK soal Kolegium Dokter Spesialis, Tegaskan Independen dan Berlaku Langsung
-
Perluasan Digitalisasi Bansos di 41 Daerah, Gus Ipul: Transformasi Bangsa Mulai Dari Data
-
Menko Yusril: Pemerintah Siapkan Kerangka Aturan Cegah Risiko TPPU di Sistem Pembayaran Cashless
-
Kewenangan Polri Terlalu Luas? Guru Besar UGM Desak Restrukturisasi Besar-Besaran
-
Keppres Adies Kadir jadi Hakim MK Sudah Diteken, Pelantikan Masih Tunggu Waktu
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg