Suara.com - Relawan Mer-C Indonesia, Fikri Rofiul Haq menceritakan soal kondisi Jalur Gaza bagian utara, sebelum ia dievakuasi ke wilayah Gaza bagian selatan.
Fikri mengatakan, saat ia dievakuasi, masih banyak jenazah warga Palestina yang belum dimakamkan.
Menurutnya, banyaknya jenazah korban genosida militer Israel yang terlantar karena anggota keluarga yang selamat telah dievakuasi terlebih dahulu ke tempat pengungsian.
Proses evakuasi korban selamat dilakukan oleh Palang Merah. Evakuasi itu terbagi selama tiga hari, yakni Senin, Selasa, dan Rabu. Fikri sendiri dievakuasi pada hari terakhir, yakni Rabu (22/11/2023) lalu.
"Saat kita mengungsi ke Gaza Selatan, banyak korban yang belum dikuburkan, karena memang keluarga dan sebagainya sudah mengungsi,” kata Fikri kepada Suara.com lewat pesan singkat, Selasa (28/11/2023).
Kondisi saat itu begitu mencekam, lantaran Rumah Sakit Indonesia telah dikepung oleh tank milik tentara zionis Israel.
Beberapa kali tentara Israel juga melancarkan serangan ke arah rumah sakit, sehingga menyebabkan 12 orang yang berada di sana tewas.
"10 hari terakhir sebelum kami dievakuasi, kondisi benar-benar mencekam, tank sudah mulai masuk ke Jalur Gaza mengitari RS Indonesia dan juga beberapa kali mereka menyerang RS Indonesia lantai2 dan 3, dan sebagainya,” ungkap Fikri.
Fikri mengatakan, dirinya memilih dievakuasi di hari terakhir karena memprioritaskan para pasien rumah sakit yang mengalami luka.
Baca Juga: 3 Mahasiswa Keturunan Palestina Ditembaki Pria Bersenjata di Amerika Serikat, Korban Luka Parah
“Kami yang terakhir dievakuasi karena kami mengutamakan korban luka,” tutupnya.
Sebelumnya, Fikri beserta dua relawan Mer-C lainnya, yakni Reza Aldilla Kurniawan, dan Farid Zanzabil Al Ayubi sempat hilang kontak selama 11 hari saat melakukan aksi kemanusiaan di Rumah Sakit Indonesia.
Setelah ditemukan dalam kondisi selamat, ketiga WNI itu kekinian telah dievakuasi ke Gaza Selatan. Rifki bersama kedua rekannya kini tinggal di sekolah di dekat Rumah Sakit Eropa.
Berita Terkait
-
3 Mahasiswa Keturunan Palestina Ditembaki Pria Bersenjata di Amerika Serikat, Korban Luka Parah
-
Hampir 15.000 Orang Palestina Tewas, Israel Berencana Kembali Serang Usai Gencatan Senjata
-
Kesaksian Warga Palestina Selama Ditahan Israel: Di Penjara Diperlakukan Tak Manusiawi, Sudah Bebas Dipermalukan
-
Bentrok Massa Pro Palestina Vs Ormas Di Bitung: 7 Orang Ditangkap, Satu Masih Bawah Umur
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Merah Putih Berkibar di 4 Negara, WNI Ikut Doakan Korban Gempa NTT
-
Bocoran Xiaomi 18 Versi Standar Baru, Siap Meluncur Desember Nanti!
-
Kado Merdeka di Balik Jeruji: 718 Napi Lapas Bandar Lampung Dapat Remisi, Satu Orang Langsung Pulang
-
6 Cara Membaca Birth Chart Astrologi untuk Pemula, Mulai dari Big Three
-
Tiru Sukses India, Gerindra Beberkan Alasan Prabowo Perjuangkan Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora
-
BBRI Diborong Saat IHSG Melemah, Analis Ungkap Proyeksi Pasar Saham Hari Ini
-
Wall Street Melemah, IHSG Diproyeksi Sideways Cenderung Menguat Hari Ini
-
5 Cara Touch Up Bedak Padat di Atas Makeup yang Mulai Luntur agar Wajah Kembali Flawless
-
Apes! Peras Pemain Judol, Dua Polisi di Gresik Malah Dikepung Massa
-
Kantor dan Sekolah Boleh WFH atau PJJ 18 Agustus, Ini Skema dari Pemerintah