Suara.com - Calon Presiden (Capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto kembali melakukan aksi joget gemoy. Kali ini, joget tersebut dipamerkan saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN).
Pada kegiatan yang berlangsung di Hall utama Hotel Sutan Raja, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (14/1/2024), Prabowo yang datang sekitar pukul 14.15 WIB tersebut mendapat sambutan meriah dari relawan dan simpatisannya.
Prabowo membalas sambutan tersebut dengan menyapa dan melambaikan tangan kepada relawan dan simpatisannya. Saat memasuki Hall utama Hotel Sutan Raja, ribuan simpatisan dan relawan kembali menyambut meriah dengan memanggil nama Prabowo.
Baca Juga:
Gibran Belanja, Minta Selvi Ananda Pilihkan Baju: Opo Jare Bojoo
Kemudian, saat berada di atas panggung, sebelum memberikan sambutan Prabowo memamerkan joget gemoy dan disambut tepuk tangan meriah oleh ribuan simpatisan dan relawan.
Dalam pidatonya, Prabowo Subianto mengatakan bahwa dirinya sangat menghormati para kaum pekerja, nelaya, petani dan semua orang yang bekerja untuk kehidupan yang lebih baik.
Prabowo kemudian sampaikan sindiran soal orang-orang pintar dengan wajah manis namun memiliki hati tidak jelas.
Baca Juga: Prabowo Sebut Ada Orang Pintar Berwajah Manis Berhati Tak Jelas, Sindir Siapa?
"Saya hormat dengan kalian, lebih hormat dibanding orang-orang pintar yang wajahnya mungkin manis, hatinya tak jelas," kata Prabowo saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas), Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) di Hall utama Hotel Sutan Raja, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
"Sekolah tinggi-tinggi, pintarnya gak tau dipakai untuk apa. Sangking pintarnya, pintar korupsi," tambah Prabowo yang langsung disambut meriah para pendukungnya.
Prabowo pun menceritakan pengalamannya di militer. Ia menyebut bahwa berdasarkan pengalamannya, para kopral dan tantama lebih jujur dibanding orang berpangkat jenderal.
"Ini pengalaman saya, ada juga jenderal-jenderal yang jujur," ungkap Prabowo.
Sebagai informasi, Pada kesempatan tersebut, selain menggelar Rapimnas, KSPN menyatakan sikap dukungan kepada Calon Presiden (Capres) dan Wakil Presiden (Wapres) nomor urut 2 Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming.
Berita Terkait
-
Prabowo Sebut Ada Orang Pintar Berwajah Manis Berhati Tak Jelas, Sindir Siapa?
-
Balas Sindiran Hasto PDIP soal Bagi-bagi Telur, TKN Pamer Isi Menu Makan Gratis Prabowo-Gibran
-
Curi Perhatian, Wajah Giring di Profil Sosmed Gibran Rakabuming Digantikan Samsul
-
Alam Ganjar dan Sejumlah Influencer Tanding Bulu Tangkis, Puan Sampai Tegang Nonton Putrinya Main
-
Khofifah Dukung Prabowo Gibran, Cak Imin Ragukan Identitas NU-nya
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!