Suara.com - Ditlantas Polda Metro Jaya menggandeng Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menindak alat peraga kampanye (APK), baik bendera maupun baliho yang mengganggu pengendara atau pengguna jalan.
“Kami kerjasama dengan Satpol PP. Mereka udah kemaren bertiga Kapolda untuk patroli,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Usman Latif di Mapolda Metro Jaya, Selasa (16/1/2024).
Latif mengatakan, pihaknya telah melakukan patroli, jika ada di dalam tol maka pencopotan APK yang terpasang bukan pada tempatnya akan dilakukan oleh petugas patroli jalan tol.
“Anggota saya sudah patroli, nanti kalau ada khususnya, apalagi di jalan tol. Kalau jalan tol saya serahkan kepada petugas jalan tol untuk melepas, yang di jalan umum adalah Satpol PP, sudah kita koordinasikan,” jelasnya.
Latif mengatakan, pihaknya sebagian sudah mencopot APK yang berada di tepi jalan. Pencopotan dilakukan jika APK tersebut terjatuh atau terlepas.
“Ada (dicopot), karena sebagian karena jatuh, kami lepas. Kalau memang masih bisa diikat silakan diikat,” ungkapnya.
Namun, Latif membantah, pihaknya baru bergerak saat ada kejadian atau kecelakaan. Sebelum ada hal tersebut, pihaknya juga telah berpatroli.
“Enggak, kemarin-kemarin kami patroli. Mengingatkan, jangan sampai mengganggu lalu lintas pemasangan dari pada alat peraga ini,” jelasnya.
Latif melanjutkan, jika ada APK yang membentang menghalangi pejalan kaki di pedestrian atau trotoar jalan, maka hal itu merupakan kewenangan dari pihak Satpol PP.
“Kalau jelas-jelas itu mengganggu akan kami lepas, tapi yang melepas pun dari Satpol PP, maupun kami lapor ke Bawaslu,” tandasnya.
Berita Terkait
-
Irjen Karyoto Pimpin Sertijab Pati Polda Metro Jaya, Kabid Humas Hingga Kapolres Metro Tangerang Diganti
-
Terpasang di Tengah Trotoar Palmerah, Baliho Caleg PSI Bikin Susah Pejalan Kaki
-
Siskaeee Mangkir Panggilan Sebagai Tersangka Kasus Film Porno, Polisi Bakal Jemput Paksa?
-
Masih Rahasia, Polisi Periksa Saksi Lain Selain Yusril Ihza Mahendra Di Kasus Firli Bahuri
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
Terkini
-
Detik-Detik Mencekam Gempa Venezuela, Warga: Awalnya Ada Peringatan, Lalu Semua Berguncang Hebat
-
Krisis Hunian di Ibu Kota, Pramono Setujui Pembangunan 11 Rusun Raksasa
-
Update Jumlah Korban Gempa Venezuela: 732 Warga, Ribuan Bangunan Rusak
-
PDIP Kritik Pernyataan Prabowo soal Demo Bayaran, Dinilai Bernada Ancaman ke Rakyat
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Aliran Gratifikasi Proyek Rp17 Miliar
-
Krisis Dokter di Pelosok, Legislator DPR Usul Pemerintah Pakai AI Jadi Solusi Darurat
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Tak Lagi Dianaktirikan, Menkes Pastikan BPJS Dokter Magang Kini Ditanggung Negara
-
Mahfud MD Tantang Prabowo Buka-bukaan: Siapa yang Bayar Demo Mahasiswa?
-
Siapa John Lennon 07? Sosok di Balik Kode Rahasia Suap Tambang Ketua Ombudsman