Suara.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai bersiap untuk mengantisipasi libur panjang Isra Mikraj dan Imlek mendatang dengan berencana untuk memberlakukan pengaturan dan pembatasan.
Semua itu dilakukan demi keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta ketertiban bersama. Demi kelancaran antisipasi, Kemenhub pun bersama Korlantas Polri dan Kementerian PUPR telah secara resmi menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB).
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Hendro Sugiatno, menjelaskan bahwa beberapa pembatasan akan dilakukan pada jalan tol, sistem jalur, hingga lajur pasang surut.
Adapun pengaturan penyeberangan dilakukan di beberapa tempat, seperti Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, dan Jangkar-Lembar.
"Penetapannya antara lain terkait pembatasan operasional angkutan barang di jalan tol dan jalan non tol, sistem jalur dan lajur pasang surut/ tidal flow (contra flow)," kata Hedro Sugiatno.
"Selanjutnya pengaturan penyeberangan di lintas Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, dan Jangkar-Lembar," imbuhnya.
Selain itu, terdapat pengaturan penundaan perjalanan dan sebagai buffer zone untuk operasional kendaraan angkutan barang di Lintas Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Jangkar, dan Lembar.
Kriteria kendaraan yang akan dibatasi adalah mobil berat lebih dari 14 ton, mobil dengan sumbu 3 atau lebih, mobil berkereta tempelan, hingga pengangkut tambang atau galian.
"Sama dengan libur Nataru sebelumnya, mengingat kali ini juga liburnya cukup panjang perlu dilakukan pengaturan agar meningkatkan kelancaran lalu lintas mengingat jumlah volume kendaraan diprediksi akan bertambah, baik di jalan tol maupun non tol," ujar Hendro.
Baca Juga: Jasa Raharja-Polri Luncurkan Kurikulum Keselamatan Berlalu-Lintas
Namun, tak semua mendapat pembatasan. Ada perlakuan khusus atau pengecualian bagi kendaraan yang mengangkut BBM/BBG, hantaran uang, logistik pemilu, hewan dan pakan ternak, pupuk, hingga barang pokok.
Pengaturan lalu lintas jalan akan diberlakukan pada 7-11 Januari 2024. Sehingga para pengendara bisa mulai menyesuaikan mulai dari sekarang.
Berita Terkait
-
Jasa Raharja-Polri Luncurkan Kurikulum Keselamatan Berlalu-Lintas
-
Gaji TNI-Polri Naik, Ini Besaran Nominal, Jadwal Berlaku hingga Alasan Kenaikannya
-
Kompolnas Minta Gaji Polisi Naik Tiap Tahun Menyesuaikan Inflasi
-
Densus 88 Kembali Tangkap Dua Terduga Teroris di Jateng dan Jatim
-
Ada Aksi APDESI di Depan Gedung DPR, Arus Lalu Lintas Dialihkan Lewat Sini
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Saat AS dan Iran Negosiasi, Donald Trump Justru Asyik Nonton UFC di Miami
-
Merusak Tanggul dan Ikan Lokal, Pramono Instruksikan Operasi Pembersihan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta!
-
21 Jam Negosiasi AS - Iran: Persyaratan AS Ditolak, Iran Tak Berharap Deal Sekali Pertemuan
-
Tukang Bajaj Dipalak Preman di Tanah Abang, Pramono Anung: Tidak Ada Kompromi, Ambil Tindakan Tegas
-
Dua Dekade Tebar Maut di Bawah Radar, 'Ki Bedil' Maestro Senpi Ilegal Akhirnya Diciduk Bareskrim!
-
Geger Beda Data Sawit RI-Singapura: Indikasi Manipulasi Ekspor hingga 'Penyunatan' Harga Terkuak!
-
3 Persoalan Masih Jadi Sengketa Amerika Serikat - Iran di Perundingan
-
Diplomasi Nuklir Iran Memanas, Amerika Serikat Memberikan Ultimatum Mau Mengubah Poin Kesepakatan
-
Bahlil Peringatkan Kader Golkar Sulut: Jangan Ada Kubu Sana-Sini Kalau Mau Menang 2029!
-
Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran