Suara.com - Masa kampanye Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 memang diwarnai dengan sejumlah momen yang menarik perhatian. Salah satunya ialah kemampuan bernyanyi para tokoh-tokoh politik.
Belum lama ini calon presiden atau capres nomor urut 1, Anies Baswedan yang sempat dikritik karenaa kemampuan bernyanyi dangdut. Namun di kampanye akbar paslon nomor urut 3, Ganjar Pranowo, beberapa kali, Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri menyumbangkan suaranya.
Netizen pun tidak segan-segan membandingkan kemampuan bernyanyi para tokoh politik nasional ini. Pada kampanye akbar paslon nomor 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Megawati kembali diajak bernyanyi.
Ini bukan kali pertama Megawati menyumbangkan suaranya. Presiden kelima RI pernah diajak berduet bersama band Slank, namun saat itu, Megawati berhasil menyelesaikan lagu dengan diiringi vokalis Slank, Kaka Slank.
Baca Juga:
Beda Adab Para Musisi Jelang Pilpres 2024, Iwan Fals Paling Beda Sendiri?
Ternyata Ada Aturan Resmi TNI Kalau Anggotanya Nikahi Ayu Ting Ting, Ini Syaratnya
Pada saat puncak kampanye Ganjar Pranowo dan Mahfud MD di kirab budaya di Solo dan Hajatan Rakyat di Semarang, Jawa Tengah, Megawati kembali diajak bernyanyi.
Kali ini ia diajak bernyanyi dangdut oleh Nazar. Lagu yang dinyanyikan pun cukup terkenal, sehingga publik pun langsung mengetahui lirik lagunya.
Lagu berjudul Cinta Hampa ini pun terkenal dinyanyikan oleh penyanyi Rama Aipama dinyanyikan Megawati dengan bantuan contekan lirik.
Saat diberikan mix, Megawati mencoba mengikuti lirik tersebut. Namun sayang beberapa lirik lepas dari nadannya.
Beruntungnya sang anak perempuan, Puan Maharani pun ikut mengiringnya.
Saat bernyanyi Megawati Soekarnoputri pun sempat meminta diberikan apresiasi.
"Ibarat," tepuk tangan ajak Nazar.
"Kalau bagus, ditepok tangan yang meriah ya," pinta Megawati Soekarnoputri.
Meski demikian banyak juga yang mengapresiasi Megawati Soekarnoputri bernyanyi mengingat usianya sudah lebih 70 tahun namun tetap bugar dan semangat.
Tag
Berita Terkait
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Satu Suara dengan Megawati, GNB Singgung Keresahan Sama Soal Kondisi Bangsa
-
Megawati, Sinta Wahid, hingga Romo Magnis Berkumpul di Menteng, Ada Apa?
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT