Suara.com - Belum lama ini beredar video mengenai pernyataan Sri Sultan Hamengku Buwono X agar Jokowi jangan menyakiti Megawati Soekarnoputri.
Pernyataan itu terungkap dari pengamat militer Connie Rahkundini Bakrie saat berbicara di Mimbar Kepirhatinan Bangsa dan Seruan Kebangsaan Purnawirawan TNI-Polri di Jakarta pada Jumat (9/2/2024).
Dalam video yang beredar salah satunya diunggah akun @Yus-197, Connie mulanya bercerita mengenai Jokowi yang sowan ke kediaman Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Ketika tatap muka itu, Jokowi sempat menanyakan mengenai adakah peluang Sri Sultan memediasi pertemuan dengan Megawati Soekarnoputri.
"Jokowi bilang kalau nanti bertemu ibu Mega, Sultan berkenan atau tidak memfasilitasi?" ucap Connie mengulang dialog antara Jokowi dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Lebih jauh, Connie kemudian membeberkan mengenai pernyataan mengejutkan dari Sri Sultan Hamengku Buwono X terhadap Jokowi.
"ngapain presiden mau ketemu Sultan diterima, ternyata Sultan bilang saya harus terima karena presiden komplain kenapa UGM bersuara, Kata Sultan itu akademisi dan itu hak mereka untuk bicara kebenaran," ungkapnya.
"Yang kedua karena saya melihat wajahnya gelisah, kata Sultan, pak Presiden saya titip ya jangan sakiti ibu Megawati anda boleh bikin apa saja tapi jangan sakiti karena dia putri sang Proklamator karena tanpa ayahanda beliau Indonesia ini tidak ada. Di situ pak presiden terdiam.
"Kenapa saya buka di sini pembicaraan saya dengan Sultan dan kenapa saya bertemu dengan panglima agar supaya please jangan ada cawe cawe angkatan kita aparat kita dan saya yakin kalau ada akan clash dengan rakyat kita. Karena presiden kita ini sudah on going so far," bebernya.
Baca Juga: Megawati Nyanyi Sebut Ada yang 'Ngapusi' Biar Jadi Presiden, Singgung Jokowi?
Pernyataan Connie itupun sempat disinggung dalam channel YouTube Tempo bertajuk Bocor Alus pada 10 Februari 2024 lalu.
Serupa dengan apa yang diucapkan Connie, ketika itu jurnalis Tempo Hussein Abri menyebut bahwa Sri Sultan menyampaikan pesan mendalam kepada Jokowi ketika bertemu di Jogja.
"Sultan minta kepada Jokowi jangan pernah mengkhianati ibu Megawati yang merupakan putri Proklamator Indonesia," terangnya.
Diketahui akhir Januari 2024 lalu, Presiden Jokowi menyempatkan sowan ke kediaman Sri Sultan Hamengku Buwono X di Komplek Keraton Yogyakarta.
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 1 jam tersebut, Jokowi mengaku pembicaraan yang dibahas salah satunya mengenai kondisi politik nasional terkini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Pemutihan dan Keringanan Pajak Jawa Timur Khusus Agustus 2026, Cek Syaratnya
-
John Herdman Bongkar Peran Vital Tom Haye Jelang Duel Panas Indonesia vs Vietnam
-
Rezeki Melimpah! Ini 5 Shio Paling Beruntung Sepanjang Agustus 2026
-
Review Drama Kingdom, Melawan Teror Zombi di Tengah Intrik Politik Joseon
-
Update Harga Emas Antam Hari Ini: Stabil di Level Rp2.603.000 per Gram
-
5 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 3 Agustus 2026: Peluang Dapat Sumber Uang Baru
-
Cha Eun Woo Ajukan Banding atas Ketetapan Pajak, Agensi Beri Tanggapan
-
Timnas Indonesia vs Vietnam, Rizky Ridho: Kunci Bisa Menang Jangan Mau Diprovokasi
-
Tragedi Petugas Damkar di Kramat Jati Jadi Alarm Bahaya Sampah Ilegal di Jakarta
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak