Suara.com - Masa lalu Prabowo Subianto selalu dibahas setiap kali Ketum Gerindra itu ikut kontestasi Pilpres. Lebih-lebih saat ia dua kali berhadapan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tak terkalahkan oleh Prabowo dalam dua kali Pilpres di Indonesia.
Rekam jejak Prabowo di masa lalu juga membanyangi langkah politiknya yang maju menjadi Capres dengan Cawapres Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024 ini. Dendang aksi penculikan aktivis 98 seakan tak habis-habisnya disematkan kepada Prabowo.
Padahal, Prabowo Subianto tidak pernah disidang di Pengadilan HAM. Mantan menantu Soeharto itu hanya menjalani sidang di Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang memutuskan Prabowo dipecat sebagai anggota TNI.
Lantas, setelah lama berlalu, banyak yang menyebutkan bahwa Prabowo tidak dipecat. Ia hanya dipensiunkan.
Fakta itu juga diungkap akun Instagram @arsip_indonesia. Akun tersebut memposting surat pemberian uang pensiun bagi Prabowo.
Dalam arsip yang dikeluarkan Kepala Staf Angkatan Darat, tertulis bahwa Letjen TNI Prabowo Subianto berhak menerima uang pensiun.
Dalam surat itu juga dijelaskan bahwa Prabowo bukan dipecat, melainkan diberhentikan dengan hormat sebagai anggota TNI.
Pemberhentian Prabowo ini berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor: 62/ABRI/1998 tertanggal 20 November 1998 tentang pemberhentian dengan hormat dari dinas keprajuritan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia kepada Letjen TNI Prabowo Subianto NRP 27082 terhitung mulai tanggal 30-11-1998 karena telah memenuhi syarat pensiun.
Surat itu mengungkap berapa besaran uang pensiun yang diterima Prabowo yaitu sebesar Rp 330.700. Informasi dari akun @arsip_indonesia, Prabowo tidak pernah mengambil uang pensiunan tersebut.
"Setelah Prabowo Subianto diberhentikan dengan hormat dari dinas Keprajuritan ABRI (sesuai Keppres No. 62/ABRI/1998), Prabowo disebutkan mendapat besaran uang pensiun per bulan sebesar Rp330.700, namun Prabowo selama ini tidak pernah mengambil uang pensiunannya tersebut," tulis @arsip_indonesia sembari menambahkan sumber itu dari Taspen, dikutip Senin (12/2/2024).
Berita Terkait
-
Review Series Tira, Superhero Indonesia Berhasil ke Level Lebih Tinggi?
-
Dituding Suka Main Perempuan, Renaga Tahier Anak Ferdy Element Digugat Cerai
-
Pakai Dyrroth untuk Lawan Balmond, Dijamin Jadi Counter Alami!
-
3 Hero Mobile Legends Terkuat di Mythical Glory, Paling Banyak Raih Kemenangan
-
Tak Terima 'Dikatai' Rosan, Connie Bakrie Bongkar Pertemuan Rahasia: Saya Ditawari Wamen dan Jeep Bantley
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
Pilihan
-
Iran Umumkan Kabar Duka! Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani Tewas sebagai Martir
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
-
Waspada Puncak Arus Mudik Besok! 187 Ribu Orang Bakal Padati Bandara Soekarno-Hatta
-
Rudal Iran Hantam Jantung Israel Malam Ini, Saksi Mata: Bumi Bergetar seperti Gempa
-
Ledakan Besar di Baghdad! Kedutaan AS Diserang Drone dan Roket
Terkini
-
Bareskrim Pantau 24 Jam New Star Club Bali Usai Digerebek, Izin Usaha Diusulkan Dicabut
-
TNI Turun Tangan Selidiki Teror Air Keras Andrie Yunus: Respons Dugaan Keterlibatan Prajurit
-
Presiden Prabowo Penuhi Permintaan Warga Aceh, Salurkan Bantuan Daging Meugang Sambut Idulfitri
-
Iran Umumkan Kabar Duka! Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani Tewas sebagai Martir
-
Heboh! Di Sini Calon Politisi Perempuan Diminta Layanan Seks demi Tiket Pemilu
-
Info A1: Perang Lawan Iran karena Kebodohan Trump Ditipu Lobi Israel dan Tokoh Media AS
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
-
Fatia Maulidiyanti Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
Pejabat Militer Israel Bongkar Detik-detik Ali Larijani Dihabisi di Rumah Aman
-
Gelar Doa Bersama, Fatia Maulidiyanti Tuntut Negara Agar Kasus Andrie Yunus Mendapat Jalan Terang