Suara.com - Hotman Paris Hutapea baru-baru ini menghebohkan dunia maya dengan pengakuan mengejutkan bahwa pendapatannya jauh melampaui para komisaris BUMN atau Menteri. Meski begitu, dirinya mengaku kalah jika dibandingkan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Hotman terang-terangan mengakui bahwa pendapatannya sedikit lebih kecil daripada pendapatan Jokowi.
"(Penghasilan) saya hanya kalah sedikit sama pak Jokowi atau sama anak buahnya yang adalah klien saya," kata Hotman Paris, Rabu (14/2/24).
Hotman mengungkapkan hal tersebut usai tak terima disindir sedang mengincar jabatan komisaris BUMN atau menteri usai kerap membuat unggahan yang berhubungan dengan politik.
"Saya salah satu pengacara paling sukses di negeri ini," kata Hotman.
"Penghasilan saya puluhan kali lipat besarnya dibanding dengan seorang presiden komisaris BUMN bahkan Pertamina kalah jauh sama saya," katanya pula.
Meski kerap bersinggungan dan dikenal sebagai pendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, namun Hotman mengaku tidak terlalu tertarik untuk terjun ke dunia politik. Hotman juga menyatakan bahwa popularitasnya di masyarakat melebihi seorang menteri.
"Kalau jalan di mall dengan seorang menteri, coba lihat siapa yang lebih populer? Kepada siapa orang lebih banyak minta foto," katanya.
Alih-alih ingin jadi menteri, Hotman mengaku ingin memanfaatkan ketenarannya untuk membantu rakyat kecil.
Baca Juga: Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Pameran Otomotif IIMS 2024
"Sesudah saya terkenal. Saya banyak menghabiskan waktu untuk bantu rakyat kecil," katanya.
Menanggapi pernyataan Hotman Paris, sebagian warganet percaya bahwa Hotman Paris tidak mengincar jabatan politik. Namun begitu, netizen menduga Hotman Paris getol mendukung salah satu Paslon agar bisnisnya bisa aman.
"Tapi Pas Pajak Naik Langsung Mencak² 7hari 7Malam," ujar warganet.
"SOMBONG, harta gak dbawa mati!!!," kata warganet lainnya.
"Hotman gk minta jabatan, Hotman hanya ingin Diskotik dan tempat hiburan malamnya tidak ada yg ditutup dan ingin berkembang ada disetiap kota2 besar dan menengah dipenjuru indonesia," kata netizen.
"Bang Hotman nyari nya benefit dari dukungan buat perusahaanya , karna penguasa pasti mikirin golongannya/circle nya dulu rakyat mah paling belakang," papar netizen.
Berita Terkait
-
Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Pameran Otomotif IIMS 2024
-
Prabowo-Gibran Bobol Kandang Banteng, Bukti Jokowi Kalahkan PDIP?
-
Hotman Paris Tepis Tudingan Ingin Jadi Komisaris dan Menteri: Penghasilan Saya Jauh Lebih Besar
-
Tidak Ketemu Jokowi Setiba di Jakarta, Ini Agenda Perdana yang Dilakukan Gibran Rakabuming Raka
-
Prabowo-Gibran Menang di TPS 'Markas Menteri' Komplek Widya Chandra
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
Marak Pejabat Korupsi Gegara Biaya Politik Mahal, KPK Usul Reformasi Pembiayaan Kampanye
-
103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Resmi Diumumkan, Ini Daftar Lengkapnya
-
Lonceng Kematian Kelas Menengah? Riset Sebut Populasinya Sisa 16,9%, Satu Pekerjaan Tak Lagi Cukup
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Begal Gambir dan Ironi Residivisme: Ketika Jalanan Terasa Lebih 'Menerima' Daripada Dunia Kerja
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara dan Ayahnya Segera Disidang
-
Rapat Internal Tertunda, Komisi II DPR Ungkap Ternyata RUU Pemilu Belum Ada Naskah Akademik
-
KPK: Partai Politik Rentan Korupsi, Belum Ada Sistem Keuangan dan Kaderisasi Terintegrasi
-
UHC Pemda Palangka Raya Komitmen Bantu Terapi Tumbuh Kembang Anak: Terjamin JKN
-
Nutri-Level di Kemasan Makanan: Apa Saja yang Perlu Diketahui Sebelum Memilih?