Suara.com - Lagi ramai video perbedaan pernyataan seorang Adian Napitupulu tentang Pemilu. Video ini membandingkan pernyataan Adian di tahun 2019 dan di tahun 2024.
Entah siapa yang membuat video ini, namun video ini beredar luas di media sosial khususnya di platform X. Ketua DPP PSI Sigit Widodo ikut mengunggah video Adian tersebut.
"Siapapun yang bikin video ini, kreatif banget," tulis Sigit Widodo di akun X.
Baca Juga:
Ramai Anies Baswedan Ngomong Sendiri di Depan Lukisan, Ini 5 Tips Sederhana Mengatasi Depresi
Cak Imin Hilang dari X, Buntut Koreksi Pernyataan Anies Baswedan?
Di video itu, awalnya Adian Napitupulu berbicara mengenai banyak kejanggalan pada Pilpres 2024 dari awal sampai akhir.
"banyak kejanggalan dari awal sampai akhir ga bisa kita pungkiri. Kalau KPU bilang ga ada penggelembungan, kalau angkanya tambah besar apa namanya? ya penggelembungan," ujar Adian di acara Rakyat Bersuara di Inews TV tahun 2024.
Pernyataan Adian ini lalu dibandingkan dengan pernyataannya sendiri di tahun 2019. Saat itu Adian meminta semua pihak untuk menunggu hasil resmi KPU dan tidak menuduh KPU.
Baca Juga: Pesan Tersembunyi di Poster Lawas Selamat Puasa Cak Imin: Kode Angka 1 dan Wapres
"Kenapa sih tidak kita tunggu dulu tanpa menuduh siapapun? Tunggu sampai tanggal 22 tanpa harus menuduh KPU, tidak menuduh Bawaslu, tidak menuduh lembaga-lembaga lain termasuk lembaga survei," ujar Adian di acara Mata Najwa tahun 2019.
Video itu selanjutnya mencuplik pernyataan Adian Napitupulu yang mengatakan, MK dan KPU tidak bisa dipercaya pada Pilpres 2024 ini.
"Kalau MK tidak bisa dipercaya, KPU dan Sirekapnya tidak bisa dipercaya mau tidak mau rakyat hanya bisa percaya dengan kekuatannya diri sendiri," ujar Adian.
Pernyataan Adian ini lagi-lagi bertolak belakang dengan pernyataannya sendiri pada Pilpres 2019. Menurut dia, jika semua dianggap tidak benar, lalu siapa yang benar.
"Penyelenggara ada, pengawas ada, pemantau independen ada, pemantau luar negeri ada, saksi dari setiap partai ada, saksi dari setiap calon presiden ada, nah kalau kemudian semuanya dianggap ga bener, lalu yang bener siapa?" ujar Adian.
Pernyataan Adian selanjutnya adalah mengenai dugaan kecurangan Pilpres 2014 di 15 ribu TPS. Menurut dia, bisa jadi kecurangan juga terjadi di TPS lain.
Berita Terkait
-
Pesan Tersembunyi di Poster Lawas Selamat Puasa Cak Imin: Kode Angka 1 dan Wapres
-
Adab Prabowo vs Anies Baswedan: Sama-sama Jalankan Sunah Rasulullah SAW
-
Survei Pilpres AS 2024: Donald Trump Bakal Tumbangkan Joe Biden
-
Dihujat Usai Sebut Pilpres Curang, Ini 5 Lagu Terbaik Elvy Sukaesih Ratu Dangdut Indonesia
-
Akhirnya Cak Imin Kembali Menyala di X: Beras Mahal Kok Gak Komen?
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Pengedar Ganja 3,6 Kg Diciduk di Tanah Abang Usai Ambil Paket dari Ekspedisi
-
Eskalasi Konflik Global Meningkat, Puan Minta Pemerintah Evaluasi Misi TNI di UNIFIL
-
Rustam Effendi Piliang Sebut Pratikno Otak Dugaan Ijazah Palsu Joko Widodo
-
Dunia di Ambang Krisis Avtur, Harga Tiket Pesawat Bisa Melonjak
-
Di Balik Ambisi B50 Dikritik: Diklaim Hemat Energi, Tapi Bebani Lingkungan dan Rakyat
-
Tinjau Sekolah Rakyat Sigi, Gus Ipul Pastikan Laptop Dimanfaatkan untuk Kegiatan Belajar
-
KPK Limpahkan Suap Impor Bea Cukai ke Pengadilan Tipikor, Nilai Lebih Rp40 Miliar
-
Kasus Korupsi Kuota Haji Kemenag, KPK Periksa Staf PBNU Syaiful Bahri
-
Presiden Xi Jinping Telepon Pangeran Arab Saudi Desak Selat Hormuz Dibuka
-
Bos FBI Klaim Punya Bukti Kecurangan Pemilu 2020, Joe Biden Bakal Ditangkap?