"Lalu kemudian untuk 15 ribu TPS aja bisa terjadi itu, mungkin ga terjadi untuk 823 ribu TPS yang lain," ucap Adian.
Pernyataan ini berbeda dengan pernyataan Adian di tahun 2019. Ketika itu ia mengatakan bahwa memang Pemilu tidak sempurna tapi harus ada batas toleransinya.
"Bahwa Pemilu tidak sempurna iya, dengan 800 ribu TPS dengan luas sangat luar biasa 17.400 pulau, sebaran sangat luas, akan ada yang tidak sempurna itu pasti. Makanya kita pakai toleransinya nanti sekian berapa persen curangnya berapa persen yang bisa ditoleransi," ujar dia.
Pernyataan Adian selanjutnya adalah mengenai kesalahan yang tidak bisa ditoleransi walau jumlahnya sedikit.
"Salah ya salah saja. Mau jumlahnya 1,2,3,4,5,6 salah ya salah saja. Dia tidak menjadi benar ketika jumlahnya sedikit. Bahwa kemudian itu itu dijadikan argumentasi untuk memaklumi menurut saya itu persoalan pertanggungjawaban negara terhadap rakyat," ucap Adian.
Pernyataan Adian kembali dibandingkan dengan pernyataan dirinya di 2019. Saat itu Adian mengatakan, tidak perlu ada pembatalan Pemilu.
"Kalau kemudian Pemilu ini sudah selesai lalu mau dibatalkan, terus bagaimana, masa mau diulang, pasang spanduk lagi, bikin kaos lagi, pasang stiker lagi, gitu? Janganlah, kasihan juga. Artinya janganlah dikorbankan teman-teman kita yang nyaleg lagi hanya untuk ambisi satu dua orang saja. Hargai keringat mereka," ujarnya.
Lalu di tahun 2024, Adian mengatakan bahwa saat ini rakyat bingung, partai-partai bingung ketemu kecurangan pemilu ngaduinnya kemana.
Sementara di tahun 2019, Adian mengatakan bahwa tidak benar jika yang menang selalu dibilang curang.
Baca Juga: Pesan Tersembunyi di Poster Lawas Selamat Puasa Cak Imin: Kode Angka 1 dan Wapres
"Maksudnya kalau menang tidak curang? Kalau kalah curang?" tutur Adian Napitupulu.
Berita Terkait
-
Pesan Tersembunyi di Poster Lawas Selamat Puasa Cak Imin: Kode Angka 1 dan Wapres
-
Adab Prabowo vs Anies Baswedan: Sama-sama Jalankan Sunah Rasulullah SAW
-
Survei Pilpres AS 2024: Donald Trump Bakal Tumbangkan Joe Biden
-
Dihujat Usai Sebut Pilpres Curang, Ini 5 Lagu Terbaik Elvy Sukaesih Ratu Dangdut Indonesia
-
Akhirnya Cak Imin Kembali Menyala di X: Beras Mahal Kok Gak Komen?
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi
-
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B