Suara.com - Nyaris tak terdengar di tengah riuh gelaran Pilpres, nama anak sulung Puan Maharani yakni Pinka Haprani sukses melakoni debut nyaleg.
Pinka Haprani yang memiliki nama terang Diah Pikatan Orissa Putri Haprani diketahui merupakan pendatang baru di pemilihan legislatif 2024 terutama di Dapil IV Jawa Tengah.
Dari yang lebih dikenal dengan panggilan Pinka Haprani ini bertarung di dapil yang masuk dapil neraka mengingat di situ terdapat sejumlah incumbent termasuk diantaranya adalah politisi senior PDI Perjuangan Bambang Pacul.
Menariknya meski datang sebagai debutan, Pinka Haprani justru berhasil mencuri perhatian dengan perolehan suara yang tak sepele.
Berdasarkan hasil real count sementara KPU pada Kamis 23 Februari 2024 kemarin, Pinka Haprani saat ini berhasil menyalip lima caleg PDI Perjuangan di dapil IV Jawa Tengah termasuk Bambang Pacul dengan perolehan suara tertinggi kedua yakni 63.539 suara.
Sukses melakoni debut sebagai caleg tersebut tak lepas dari langkah Pinka Haprani memilih Bambang Pacul sebagai mentor politiknya.
Hal itu sempat terungkap kala Pinka Haprani tampil di acara Total Politik yang menghadirkan Bambang Pacul sebagai narasumber utamanya.
Saat itu ia menyebut bahwa Bambang Pacul merupakan mentor politiknya selama ini.
Ia tak segan menyebut Bambang Pacul sebagai galah, atau alat untuk membantunya melompat lebih tinggi di dunia politik.
Baca Juga: Terancam Tak Lolos ke Senayan, Jeje Govinda Sudah Habiskan Miliaran Rupiah buat Kampanye
"Galah saya itu Eyang Pacul, saya banyak belajar dari beliau," katanya.
Merespon itu, Bambang Pacul mengaku siap untuk jadi galah dan teman diskusi agar bisa menjadi bintang kejora yang bersinar di kancah politik nasional.
"Nanti kita diskusikan bagaimana untuk menjadi bintang kejora, bintang kejora itu ketika kau punya diferensiasi, itu akan bersinar bercahaya, kalau bercahaya bakal mudah melenting cepat," ungkap Bambang Pacul.
Berita Terkait
-
Dede Sunandar Ikhlas Gagal Nyaleg Meski Sudah Jual 2 Mobil Cuma Dapat 11 Suara
-
Jebor sang Ajudan Gagal Usai Maju Nyaleg, Gus Iqdam Justru Buatkan Tasyakuran Meriah
-
Jual 2 Mobil Demi Nyaleg, Istri Dede Sunandar Ngamuk Duit Habis Cuma untuk Kampanye
-
Profil Casytha Kathmandu, Putri Bambang Pacul Kalahkan Suara Komeng di Pileg DPD RI
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?