News / Nasional
Kamis, 29 Februari 2024 | 19:39 WIB
Ledia Hanifa Amalia, pengganti Fahri Hamzah sebagai Wakil Ketua DPR RI. [pks.or.id]

Ledia merupakan jebolan Universitas Indonesia. Ia bergabung dengan PKS pada 1998, duduk sebagai anggota Deputi Kewanitaan untuk Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PKS Jakarta.

Gamal Albinsaid

Paslon 02 Prabowo-Gibran kerap berikan tagline untuk mengajak kaum muda bisa berpartisipasi di pemerintahan. Nah politikus muda PKS ini memiliki rekam jejak yang cukup layak untuk duduk di kabinet.

Gamal Albinsaid merupakan sosok politikus muda dengan kecakapan yang bisa membuatnya menjadi seorang Menteri. Berlatar belakang sebagai seorang dokter, Gamal bisa saja menjadi seorang Menkes atau mengemban tugas sebagai Menpora.

Prestasi Gamal tak hanya di level nasional namun juga internasional. Gamal Albinsaid menjadi pemuda pertama di dunia dan satu-satunya di Asia yang meraih penghargaan HRH The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneur Award dari Kerajaan Inggris yang diserahkan langsung oleh Pangeran Charles di Istana Buckingham.

Salah satu inovasi Gamal yang patut diacungi jempol ialah Garbage Clinical Insurance. Lewat programa ini, Gamal mengajak masyarakat jadikan sampah sebagai sumber pembiaysaan asuransi kesehatan.

Melalui program ini, masyarakat cukup menyerahkan sampah senilai Rp 10.000 setiap bulan dan mereka akan mendapatkan jaminan kesehatan mulai layanan kesehatan primer, sekunder, dan tersier, termasuk operasi dan rawat inap.

Mardani Ali Sera

Lalu ada politikus PKS kelahiran Jakarta 9 April 1968 yakni Mardani Ali Sera. Pria jebolan Universitas Indonesia dan Universitas Teknologi Malaysia ini juga memiliki kecakapan untuk bisa menjadi menteri di kabinet Prabowo-Gibran.

Baca Juga: Makan Siang Gratis Masih Sebatas Program Kampanye, Legislator: Terlalu Dini Bank Dunia Berkomentar

Sejak 2011, ia diamanahkan sebagai Ketua DPP PKS Bidang Koordinasi Kehumasan. Di internal PKS, sosoknya terkenal dengan disiplin dalam administrasi, dianggap sebagai sosok yang sangat taat hukum dan aturan.

Sosok Prabowo tak asing dengan politikus PKS ini. Saat Anies dan Sandiaga dinyatakan menang dalam hitung cepat pada Pilkada DKI 2017, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyebut Mardani sebagai "panglima pemenangan".

Irwan Prayitno

Selanjutnya ada eks Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno. Ia memiliki rekam jejak cukup panjang di eksekutif. Irwan emban jabatan sebagai Gubernur Sumbar pada 15 Agustus 2010 hingga 12 Februari 2021.

Ia juga memiliki pengalaman di legislatif dengan menjadi anggota DPR RI pada 1999 hingga 2010. Sama dengan Mardani, Irwan lulusan UI dan kampus di Malaysia, yakni Universitas Putra Malaysia.

Saat di DPR, ia memimpin Komisi VIII yang di antaranya membidangi masalah energi dan sumber daya mineral. Kala itu, Irwan tergabung bersama Hatta Rajasa di Fraksi Reformasi.

Sejumlah prestasi ditorehkan Irwan saat jadi Gubernur Sumbar. Salah satunya, pada 18 Juli 2014, Sumatera Barat mendapat predikat terbaik nasional dengan nilai tertinggi dalam kepatuhan terhadap UU Nomor 25 tahun 2009 tentang "Pelayanan Publik" dari Ombudsman RI.

Mohamad Sohibul Iman

Terakhir ada eks Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman. Sohibul adalah Wakil Ketua DPR-RI periode 2013-2014, menggantikan Anis Matta yang mengundurkan diri lantaran menjadi Presiden PKS menggantikan Luthfi Hasan Ishaaq.

Latar belakang pendidikanya di Jepang tepatnya di Waseda University dan Takushoku University. Pria kelahiran Tasikmalaya ini terlibat di banyak organisasi, diantaranya ISTECS (Institute for Science and Technology Studies), YPNF (Yayasan Pendidikan Nurul Fikri), HSF (Hokuriku Scientific Forum), MITI (Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia).

Pada 2005, Sohibul mendapat mandat sebagai Ketua DPP PKS Bidang Ekuintek (Ekonomi, Keuangan, Industri, dan Teknologi). Saat jadi anggota DPR, ia menjadi wakil ketua DPR bidang Ekonomi dan Keuangan.

Load More