Suara.com - Muhammad Said Didu tampaknya punya cara agak laen untuk menyentil situasi politik terkini. Ia bahkan ikut mencolek Mahfud MD.
Lewat unggahan terkininya, Muhammad Said Didu berupaya menyentil soal penyalahgunaan sirekap menggunakan analogi klub bola Manchester United atau MU.
Mantan sekretaris BUMN di masa presiden SBY itupun tak lupa mencolek Mahfud MD yang diketahui merupakan penggemar MU.
"Prof @mohmahfudmd yth, saya dapat info bahwa MU sekarang sedang meloby KPU agar skor City vs MU nanti malam dihitung lewat sirekap KPU agar MU bisa diatur menang," kicaunya seperti dikutip Minggu (3/3/2024).
Unggahan tersebut mendapat beragam komentar.
"Sekarang kita menyaksikan orang-orang pintar yang semoga memang berniat baik, bergerak bersuara, untuk menegakan keadilan dan kebenaran di negri ini,
Apakah mereka akan mampu meluruskan demokrasi ini tanpa gerakan Rakyat, bila kebanyakan rakyat sudah tidak peduli untuk bergerak," tulis waji.
"UU jelas kok, hitung manual rujukannya, semua peserta pemilu sepakat juga. Mbok ya mantan pejabat melek napah. MMD itu paling paham model kecurangan, dia pengalaman di MK sdh khatam," tulis capita.
"Emang bisa begitu enak aja Sorry yeee..... Sooooorrrrrrryyyyyyy yeeeeeeeeee," kata ricard.
"bilang sama MU main 2 putaran itu elegan & perlu wasit bersertifikasi internasoinal," kata insani.
Baca Juga: Mahfud MD Sebut Dirinya 'Mantan Cawapres' saat Ucap Terima Kasih ke Relawan
Diketahui aplikasi Sirekap Pemilu 2024 yang dikembangkan KPU terus menuai sorotan sejak dirilis pada gelaran pemilu tahun ini.
Sehari sejak pemilu 2024 usai, banyak diantara netizen yang mengunggah mengenai dugaan kecurangan yang terjadi karena kesalahan sistem rekapitulasi suara yang direkap oleh Sirekap.
Sementara itu, pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi saat memberi keterangan pers seperti dikutip di YouTube Kompas TV mengaku publik cenderung skeptis dengan kinerja Sirekap yang dianggap gagal mengelola hasil data suara secara transparan.
"Pemberitaan mengenai dugaan kecurangan terkait kinerja sirekap sangat tinggi baik di media daring maupun media sosial. Ini menimbulkan sikap skeptis dari publik," terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir
-
NHM Peduli Perkuat Infrastruktur Air Bersih di Desa Tiowor, Kao Teluk
-
Ketua Ombudsman RI Terancam Dipecat Tidak Hormat, Majelis Etik Buka Suara soal Kasus Hery Susanto
-
Perkuat Komitmen Stabilitas, Prabowo Ajak ASEAN Utamakan Dialog Hadapi Persoalan Kawasan
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati