Secara singkat, berdasarkan penjelasan Emilie, fact driven atau menginformasi audiens berarti memenuhi kebutuhan audiens akan suatu informasi. Sedangkan context driven atau memberi penjelasan, adalah dengan memenuhi kebutuhan audiens untuk memahami sesuatu.
Sementara itu untuk emotion driven, artinya adalah memenuhi kebutuhan audiens untuk merasakan sesuatu, biasanya lebih pada hal-hal yang relate dan berefek pada mereka. Lalu untuk action, media pada intinya bisa memfasilitasi audiens untuk melakukan sesuatu.
Tidak hanya penyampaian materi, training ini juga berlangsung lebih menarik dengan adanya diskusi dan praktik. Dalam salah satu praktik berkelompok yang dipandu Emilie misalnya, peserta diminta menganalisis potensi user needs model dari salah satu isu, yakni target Indonesia memiliki 80 persen penduduk kelas menengah pada tahun 2045.
Di bagian lain, peserta juga diminta untuk mengidentifikasi audiens medianya masing-masing, meliputi aspek demografi, konten terbaik atau yang paling perform, berdasarkan device pembaca, waktu pembaca paling banyak mengakses informasi, dan lain-lain. Peserta kemudian juga diminta melakukan studi kasus, dengan cara memilih artikel di situs masing-masing untuk dianalisis apakah sudah memenuhi aspek user needs yang mana, lalu diminta menganalisis user needs lain yang potensial.
Kembangkan Potensi Bisnis Baru, Peluang Mendapatkan Media Innovation Grant
Dalam sesi hari kedua yang dipandu Dany Yong, aspek audiens atau users need tersebut pun kemudian dieksplorasi lebih jauh bersama para peserta. Di hari kedua ini juga ada banyak diskusi yang dibuka dan dipancing oleh Dany, disertai beberapa praktik lainnya yang juga melibatkan analisis.
Poin utama dalam sesi hari kedua ini lebih diarahkan pada potensi atau ide-ide pengembangan baru bagi bisnis media-media peserta, berdasarkan pemetaan dan analisis terhadap user atau audiens yang sudah dilakukan. Di sini kembali para pengelola media dipancing untuk memikirkan value dari produk-produk yang mereka miliki, untuk melihat dan berpikir mengembangkan potensi bisnis yang mungkin selama ini kurang terlihat atau tidak disadari.
Contohnya menurut Dany, misalnya adalah untuk segmen pembaca atau audiens yang baru, baik itu berdasarkan analisis dari data pembaca di platform (website) masing-masing, maupun juga berdasar users crowd-nya di saluran media sosial bagi media yang memiliki kekuatan itu.
Dany juga menggarisbawahi bahwa ide atau potensi yang dipertimbangkan untuk dikembangkan haruslah menambah value baru atau setidaknya meningkatkan value yang ada. Hal itu karena value sejatinya akan menjadi revenue, yang pada akhirnya akan meningkatkan ketahanan atau keberlangsungan bisnis media tersebut.
Baca Juga: Daftar Pemenang Lomba Menulis Impact Stories dan Distribusi Terbaik Chandra Asri
Yang menarik adalah, ide-ide yang dipancing lewat pemaparan materi, kemudian juga analisis dan diskusi itu, berpotensi untuk mendapatkan pendanaan lewat program Media Innovation Grant yang sudah disiapkan IMS. Tentunya, akan ada proses yang perlu dilalui setelah pelatihan ini, mulai dari pitching ide, coaching lewat bantuan beberapa mentor dengan spesialisasi bidangnya masing-masing, hingga penyampaian proposal (final pitching) yang lantas akan diseleksi dan dipilih untuk diberikan grant.
Bagi media yang terpilih mendapatkan dana untuk pengembangan ide atau inovasi bisnisnya, kelak juga akan senantiasa didampingi dalam mengeksekusi rencananya tersebut. Begitu pun bagi yang belum terpilih, tetap akan didampingi dan dimatangkan lagi potensi atau ide pengembangan yang dimilikinya, agar di kemudian hari tetap bisa direalisasikan.
Tag
Berita Terkait
-
10 Tahun Suara.com dan Penemuan Passion dalam Dunia Kepenulisan Online
-
Yoursay.id: Ternyata Meraih Mimpi Tidak Sesulit yang Dibayangkan
-
10 Tahun Suara.com, Media Terkenal Sang Penyaji Informasi Tak Kenal Lelah
-
Yoursay: Wadah Ternyaman Melukis Keresahan
-
Pemred Suara.com Beberkan 5 Poin yang Pengaruhi Perubahan Lanskap Media di 2024
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Anggota DPRD DKI beberkan kondisi memprihatinkan Flyover Pesing