- Amerika Serikat menyerang situs rudal bawah tanah Iran dekat Selat Hormuz menggunakan bom penetrator seberat 5.000 pound pada Selasa (17/3/2026).
- Serangan CENTCOM ini bertujuan mengurangi kemampuan rudal anti-kapal Iran yang mengancam pelayaran internasional di jalur perairan strategis tersebut.
- Blokade Iran di Selat Hormuz sebelumnya telah menghentikan suplai energi global dan menyebabkan harga minyak dunia meningkat drastis.
Suara.com - Amerika Serikat melancarkan serangan besar-besaran dengan bom bunker buster seberat 5.000 pound atau setara 2.268 Kg ke situs rudal bawah tanah Iran di dekat Selat Hormuz pada Selasa (17/3/2026) waktu setempat.
Menurut pengumuman dari US Central Command, serangan ini dilakukan saat perang dengan Iran menghentikan arus pengiriman melalui jalur perairan strategis tersebut.
“Beberapa jam lalu, pasukan AS berhasil menggunakan beberapa munisi penetrator dalam seberat 5.000 pound pada situs rudal Iran yang diperkuat di sepanjang garis pantai dekat Selat Hormuz,” ujar CENTCOM melalui akun X.
Mereka menambahkan bahwa rudal anti-kapal Iran di lokasi tersebut “menjadi ancaman bagi pelayaran internasional di selat ini.”
Menurut seorang pejabat AS yang diwawancarai CNN, bom yang digunakan adalah GBU-72 Advanced 5K Penetrator, jenis peledak yang pertama kali diperkenalkan pada 2021.
Bom ini dirancang untuk menembus target yang sangat kuat dan tersembunyi, cocok untuk pesawat tempur maupun pengebom.
Selat Hormuz sendiri sempat ditutup oleh blokade Iran menggunakan ranjau, drone, dan kapal, yang menghentikan 27% pengiriman energi global dan memicu kenaikan harga minyak hingga lebih dari 100 dolar AS per barel.
Komandan CENTCOM, Adm Brad Cooper, menegaskan bahwa serangan itu untuk mengurangi kemampuan militer Iran.
“Kami akan terus dengan cepat mengurangi kemampuan Iran untuk mengancam kebebasan navigasi di sekitar Selat Hormuz. Kemajuan kami tetap stabil, dan kami tetap waspada terhadap musuh.”
Baca Juga: Pengamat Timur Tengah: Wafatnya Para Petinggi Iran Bisa Jadi Neraka Dunia Buat AS-Israel
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
-
Pengamat Timur Tengah: Wafatnya Para Petinggi Iran Bisa Jadi Neraka Dunia Buat AS-Israel
-
Spesifikasi Mematikan Rudal Sejjil Milik Iran, Namanya Terinspirasi dari Al Quran
-
Mojtaba Khamenei Tantang AS: Tarik Pasukan, Cabut Sanksi dan Bayar Ganti Rugi Rp7.700 Triliun!
-
Profil Lengkap Ali Larijani: Akademisi, Jenderal, Negosiator Nuklir, dan Penjaga Revolusi Iran
-
Dubes Iran Buka Donasi untuk Korban Perang, Apresiasi Dukungan Indonesia
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
Pilihan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Motif Masih Didalami
-
Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus Ternyata Anggota BAIS, TNI: Sudah Diamankan di Puspom
-
Volume Kendaraan Masuk-Keluar DIY via Prambanan Seimbang, Arus Lalu Lintas Masih Ramai Lancar
-
Iran Umumkan Kabar Duka! Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani Tewas sebagai Martir
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
Terkini
-
Cerita Perempuan Mudik Sendiri di Tengah Padatnya Terminal Pulo Gebang, Aman atau Rawan?
-
Perang Iran vs AS-Israel Picu Krisis Energi, PBB: Saatnya Beralih ke Energi Terbarukan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Motif Masih Didalami
-
Peneliti LIPI Sebut Dinamika Politik 'Keluarga Solo' sebagai Perilaku Menyimpang
-
Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus Ternyata Anggota BAIS, TNI: Sudah Diamankan di Puspom
-
Suhu Jakarta Tembus 35,6 Derajat Celsius, Warga Diimbau Waspada Risiko Heat Stroke
-
Todung Mulya Lubis: Dalang Peristiwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Harus Dibongkar Demi Keadilan
-
Sinyal Bahaya? Legislator Golkar Soroti Tekanan Struktural di Balik Melebarnya Defisit APBN 2025
-
Update Posisi Hilal Jelang Idul Fitri di Negara-negara Timur Tengah, Kapan Lebaran 2026?
-
YLBHI Soroti Kejanggalan Kasus Andrie Yunus, Pelaku Diduga Hanya Pelaksana