News / Internasional
Rabu, 18 Maret 2026 | 15:27 WIB
Amerika Serikat melancarkan serangan besar-besaran dengan bom bunker buster seberat 5.000 pound atau setara 2.268 Kg ke situs rudal bawah tanah Iran di dekat Selat Hormuz pada Selasa (17/3/2026) waktu setempat. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Amerika Serikat menyerang situs rudal bawah tanah Iran dekat Selat Hormuz menggunakan bom penetrator seberat 5.000 pound pada Selasa (17/3/2026).
  • Serangan CENTCOM ini bertujuan mengurangi kemampuan rudal anti-kapal Iran yang mengancam pelayaran internasional di jalur perairan strategis tersebut.
  • Blokade Iran di Selat Hormuz sebelumnya telah menghentikan suplai energi global dan menyebabkan harga minyak dunia meningkat drastis.

Suara.com - Amerika Serikat melancarkan serangan besar-besaran dengan bom bunker buster seberat 5.000 pound atau setara 2.268 Kg ke situs rudal bawah tanah Iran di dekat Selat Hormuz pada Selasa (17/3/2026) waktu setempat.

Menurut pengumuman dari US Central Command, serangan ini dilakukan saat perang dengan Iran menghentikan arus pengiriman melalui jalur perairan strategis tersebut.

“Beberapa jam lalu, pasukan AS berhasil menggunakan beberapa munisi penetrator dalam seberat 5.000 pound pada situs rudal Iran yang diperkuat di sepanjang garis pantai dekat Selat Hormuz,” ujar CENTCOM melalui akun X.

Mereka menambahkan bahwa rudal anti-kapal Iran di lokasi tersebut “menjadi ancaman bagi pelayaran internasional di selat ini.”

Menurut seorang pejabat AS yang diwawancarai CNN, bom yang digunakan adalah GBU-72 Advanced 5K Penetrator, jenis peledak yang pertama kali diperkenalkan pada 2021.

Bom ini dirancang untuk menembus target yang sangat kuat dan tersembunyi, cocok untuk pesawat tempur maupun pengebom.

Selat Hormuz sendiri sempat ditutup oleh blokade Iran menggunakan ranjau, drone, dan kapal, yang menghentikan 27% pengiriman energi global dan memicu kenaikan harga minyak hingga lebih dari 100 dolar AS per barel.

Komandan CENTCOM, Adm Brad Cooper, menegaskan bahwa serangan itu untuk mengurangi kemampuan militer Iran.

“Kami akan terus dengan cepat mengurangi kemampuan Iran untuk mengancam kebebasan navigasi di sekitar Selat Hormuz. Kemajuan kami tetap stabil, dan kami tetap waspada terhadap musuh.”

Baca Juga: Pengamat Timur Tengah: Wafatnya Para Petinggi Iran Bisa Jadi Neraka Dunia Buat AS-Israel

Kontributor: Adam Ali

Load More