Suara.com - Kroket adalah jajanan Indonesia yang terbuat dari kentang tumbuk ataupun tepung kentang. Bentuknya gumpalan berisi daging cincang yang dibumbui.
Jajanan ini tentunya cocok untuk menjadi varian menu tajil selama puasa ramadan. Selain rasanya yang gurih, kroket juga mengenyangkan.
Kroket biasanya juga diisi dengan sayuran seperti wortel maupun buncis. Kroket dilumuri kocokan telur dan tepung panir sebelum digoreng.
Bentuk umumnya memang hanya lonjong maupun bulat. Namun makanan ini rupanya bisa dikreasikan menjadi bentuk yang unik.
Kalian bisa memvariasikan bentuknya menjadi sebuah duck (bebek). Kira-kira bagaimana ya caranya? Simak resep berikut ini:
Kroket Sayur Duck
Bahan-Bahan:
- Tepung Kentang 300 gr
- Daging sapi cincang 100 gr (Pakai daging ayam juga bisa)
Baca Juga: Hukum Menonton Mukbang Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan?
- Keju cheddar parut 100 gr
- Daun bawang 2 batang (iris tipis)
- Wortel 1 buah (potong kotak-kotak kecil)
- Brokoli 1 buah
- Susu bubuk 1 sdm
- Telur 1 butir (pakai kuning telurnya saja)
- Bawang putih bubuk 1 sdt
- Lada bubuk ½ sdt
- Bawang Bombay ½ buah
- Pala bubuk ¼ sdt
- Lada bubuk ¼ sdt
- Gula
- Garam
Pelapis:
- Putih telur
- Tepung roti (panir)
Hiasan:
- Keju 1 slice
- Cabe merah 6 buah (ujungnya saja)
- Daun Seledri
Cara Membuat:
1. Siapkan bahan-bahan.
2. Blender daging Bersama bawang putih.
3. Siapkan tepung kentang, campurkan dengan bubuk bawang putih, merica, pala, garam, gula, susu bubuk, bawang Bombay yang sudah dicincang, dan keju yang sudah diparut.
4. Tambahkan daging cincang, telur, daun bawang, wortel dan telur.
5. Aduk semua bahan dan koreksi.
6. Ambil 2 sendok makan adonan lalu bentuk sepeti badan duck, kemudian ambil sedikit adonan lagi untuk kepala.
7. Celupkan kroket ke dalam kocokan putih telur dan gulingkan ke tepung panir sampai merata.
8. Lakukan berulang sampai adonan habis.
9. Masukkan adonan kroket ke dalam lemari es agar tepung panir menempel sempurna.
10. Tunggu sekitar 30 hingga 60 menit dan keluarkan kroket dari dalam lemari es.
11. Panaskan minyak dan goreng sampai warnanya berubah kecoklatan.
12. Jika sudah matang, pasang kepala duck dengan lidi.
13. Tempelkan wijen hitam untuk matanya.
14. Sajikan kroket dengan saos sambal, mayonaise atau cabai rawit.
Mudah kan cara membuatnya? Selain menjadi camilan biasa, Kroket ini recommended lho untuk takjil buka puasa kalian.. Selamat mencoba yaa..
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan
-
Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi
-
Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!
-
Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45
-
Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung
-
Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar
-
Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas
-
Dicari CIA dan Mossad, Teka-teki Keberadaan Ayatollah Mojtaba Khamenei