Suara.com - Rossa salah satu diva Indonesia mengungkap kondisi latar belakang keluarganya. Rossa mengatakan bahwa ia memiliki cerita tersendiri saat masih kecil.
Sri Rossa Roslaina Handiyani atau Rossa lahir di Sumedang, Jawa Barat pada 9 Oktober 1978. Semasa kecil diungkap Rossa, orang tuanya bukan berasal dari keluarga kaya.
Rossa bahkan menceritakan bahwa ayah dan ibunya di awal menikah harus berjuang untuk bertahan hidup. Orang tua Rossa bahkan sempat tinggal di rumah yang belum memiliki perabot rumah tangga.
"Aku tuh bukan berasal dari keluarga yang kaya gitu. Cukup aja bahkan dulu waktu pas di awal-awal mama papa aku nikah, mungkin bisa dibilang mereka mulai dari nol gitu," ungkap Rossa seperti dikutip, Jumat (15/3).
"Mama aku selalu cerita bahwa mama itu dulu sama papa (tinggal) rumah kosong. Rumah itu dikasih juga dari kakeknya papa," sambung Rossa.
Mantan istri Surendro Prasetyo itu menambahkan bahwa rumah itu yang kemudian ditempati Rossa hingga ia dewasa. Lanjut Rossa, bahwa orang tuanya sempat membuka usaha toko kelontong dan mamanya berjualan es mambo.
"Dulu punya toko kelontong. Terus mama aku itu waktu dulu untuk bantuin papa, kayak bikin es karena mamaku tuh jago masak dan enak masakannya jadi kayak (buat) es rujak. Es rujak dimasuk-masuki ke dalam plastik dan ditaruh ke sekolah-sekolah," sambung Rossa.
Video pengakuan Rossa soal latar belakangnya yang bukan berasal dari keluarga kaya justru mendapat komentar nyinyir dari netizen.
"Rumahnya dikasih, ga mikirin cicilan. Punya toko klontong, namanya dimulai dr nol. Apa kabar hamba yang kpr rumah yaallah," sindir salah satu netizen.
Baca Juga: Tampil Memukau di Acara TV China, Bahasa Mandarin Rossa Langsung Jadi Sorotan
Rossa memulai debutnya sebagai penyanyi ketika berusia sepuluh tahun dengan mengelurkan album anak-anak pertamanya “Gadis Ingusan” pada 1988. Ia merilis album keduanya yang berjudul “Untuk Sahabatku” di bawah naungan Dian Records/Pro-Sound. Namun sayangnya kedua album tersebut belum berhasil di pasaran.
Nama Rossa mulai dikenal masyarakat luas setelah merilis album pertamanya yang berjudul Nada-Nada Cinta pada 27 Januari 1996. Lagu andalan di album ini adalah Nada-Nada Cinta dan Sebening Embun Dihatiku.
Album ini berhasil terjual sebanyak lebih dari 750.000 Keping dan singlenya berhasil menduduki chart MTV Ampuh Song of The Year serta MTV Ampuh Longest Stay #1 (Posisi No.2 Terlama Sepanjang Masa - 18 Minggu berturut-turut).
Berita Terkait
-
Tampil Memukau di Acara TV China, Bahasa Mandarin Rossa Langsung Jadi Sorotan
-
Terlahir Sebagai Anak Penjual Es Rujak, Rossa Kini Mampu Hasilkan Rp500 Juta Sekali Manggung
-
Rossa Kini Berjuluk Diva, Padahal Dulu Ibunya Jualan Es Rujak
-
Ulasan Novela Pirgi dan Misota, Tiga Perempuan dengan Tiga Luka
-
Jarang Pamer, Rossa Terciduk Kenakan Kalung Setara Harga Mobil Mewah
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Lebih Ganas dari PMK! Ancaman Penyakit BEF Hantui Sapi Kurban di Bekasi: Telat Sehari Bisa Mati
-
Pakar UGM Tolak Kampus Ikut Kelola MBG, Khawatir Perguruan Tinggi Kehilangan Independensi
-
Rasa Haru Selimuti Rumah Duka Haerul Saleh, Peti Jenazah Diantar Para Pimpinan BPK
-
Lantai 4 Rumah Anggota BPK Haerul Saleh Hangus 80 Persen
-
Kesaksian ART Selamat dalam Kebakaran yang Menewaskan Anggota BPK
-
Curhat ASN soal WFH Setiap Jumat: Bisa Hemat Rp 400 Ribu Sebulan tapi Banyak Distraksi
-
Waspadai Hantavirus, DPR Desak Pemerintah Perketat Bandara dan Pelabuhan
-
Tantangan Iklim Makin Kompleks, Pendekatan Interdisipliner Dinilai Jadi Kunci
-
Kisah Penjaga Perlintasan di Jogja: Lari Kibarkan Bendera Merah Hentikan Kereta saat Ada Mobil Mogok
-
Tewas Dalam Kebakaran, Jenazah Anggota BPK Haerul Saleh Dimakamkan di Kolaka