Bambang mengatakan saat ini IKN masih melalui proses pembangunan tahap I. Ia menyebut salah satu momen yang paling penting dalam masa pembangunan tahap awal itu adalah Upacara Kemerdekaan 17 Agustus 2024.
Pembangunan tahap pertama IKN ditargetkan selesai hingga akhir tahun 2024. Bambang menerangkan, setelah itu IKN akan melewati proses pembangunan sebantak empat kali.
"Namun setelah itu 20 tahun setelah itu hingga 2045 akan ada empat tahap masing-masing tahap lima tahunan kita melihat satu pembangunan yang harus berkelanjutan," ucap Bambang.
Dalam kesempatan itu pula, Bambang melaporkan perkembangan pembangunan sejumlah infrastruktur di IKN. Bambang menyebut Istana Presiden di IKN sudah hampir setengah rampung.
"Pada akhir Februari Istana Presiden yang kita lihat paling sebelah kiri dan lapangan upacara antara gambar dan kenyataan di lapangan. Progres di lapangan kita bisa lihat di situ (58,531 persen) dengan target selesai Oktober 2024," jelas Bambang.
Bambang juga menyebut simbol Burunng Garuda yang ada di Kantor Presiden dalam tahap penyelesaian. Targetnya, Kantor Kepresidenam akan selesai dibangun pada Oktoner nanti.
"Gedung Kantor presiden juga terlihat di situ, bilah-bilah dari Garuda-nya Insyaallah sudah mulai terpasang dan makin lama akan terlihat secara jelas sayap dari Garuda itu akan mewarnai dari gedung Kantor Presiden (78,648 persen target selesai Oktober 2024)," imbuhnya.
Selain itu, ada pula laporan tentang progres pembangunan Gedung Sekretariat Presiden. Bambang mengatakan gedung tersebut ditargetkan sudah mulai rampung pada Agustus mendatang.
"Gedung Sekretariat Presiden itu progresnya 65 persen dan Insyaallah dalam hitungan bulan nanti pada bulan Agustus kita harapkan ini sudah paling nggak mendekati semuanya 90 persen atau mendekati penyelesaiannya," jelas Bambang.
Baca Juga: Pindah Kantor ke IKN Juli 2024, Dua Poin Ini Jadi Kunci Kepastian Jokowi
Lebih lanjut, Bambang menjelaskan kendala yang dialami oleh pihak Otoritas IKN selama proses pembangunan.
"Memang tantangannya luar biasa di lapangan karena misalnya begitu hujan itu sudah kita harus menunggu, untuk ngecor begitu ya cuaca faktor cuaca. Kemudian juga faktor logistik segala macam yang berhubungan dengan konstruksi ada di lapangan," tuturnya.
Berita Terkait
-
Siap-siap, Upacara 17 Agustus 2024 Bakal Digelar Perdana di Ibu Kota Nusantara
-
Dukung Pembangunan IKN, Balai K3 Samarinda Dapat Prioritas untuk Direvitalisasi
-
Presiden Jokowi Diingatkan Ridwan Kamil, 4 Negara Ini Gagal Bangun Ibu Kota Baru
-
Menteri PUPR Bantah Rumah Menteri di IKN Dibangun Mewah, Sebut Lebih Kecil dari Widya Chandra
-
Pindah Kantor ke IKN Juli 2024, Dua Poin Ini Jadi Kunci Kepastian Jokowi
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
BRI Jadi 'Bank Nomor 1' di Indonesia Versi Fortune
-
TPS Ilegal Cilincing Ditindak, Pemprov DKI Janji Ekonomi Warga Tetap Jalan
-
Perjuangan Marselino Ferdinan Dimulai, Operasi Lutut Langkah Pertama Comeback ke Timnas Indonesia
-
MotoGP Mandalika 2026: ITDC Siapkan 130 Shuttle Bus untuk Penonton
-
Merayakan Kemerdekaan?
-
Sifat dan Karakter Shio Kerbau Pria dan Wanita
-
Pembangunan Jangan Cuma Kejar Ekonomi! Pastikan Rakyat di Pelosok Tidak Merasa Jauh dari Negara
-
DJ Wanita Diduga Dilecehkan dan Dianiaya di Jaksel, Polisi Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Sidang Memanas! dr Richard Lee Tuduh Doktif Minta Rp200 Miliar untuk Hentikan Perkara
-
Pengemudi Ojol Kini Dapat Pendapatan 92% dari Hasil Kerjanya