Suara.com - Rencana Aksi Pemangkasan Birokrasi dan Peningkatan Layanan di Kawasan Pelabuhan (Aksi Pelabuhan), sebagai bagian dari Aksi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) terus berlanjut.
Terbaru, tiga kementerian yang terdiri dari Lembaga National Single Window (LNSW) - Kementerian Keuangan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut - Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) - Kementerian Kesehatan berkolaborasi bersama Bank Mandiri mendesain dan mengimplementasikan single billing di pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Banten, dan Pelabuhan Panjang Lampung.
Inisiatif yang masuk dalam Aksi Pelabuhan Jilid II ini bakal menyatukan transaksi-transaksi yang selama ini terpisah antar otoritas di pelabuhan. Sebelumnya, inisiatif ini telah melalui proses piloting alias uji coba di 14 pelabuhan pada periode 2022 hingga 2023.
Dengan penerapan single billing transaksi ini, nantinya hanya perlu dilakukan satu kali melalui Mandiri Virtual Account yang berbasis digital. Hal ini berarti transaksi dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja.
Menurut Direktur Efisiensi Proses Bisnis LNSW Kemenkeu, YFR Hermiyana, aksi Pelabuhan Jilid II menitikberatkan pada logistik pelabuhan, pembenahan regulasi, perluasan implementasi National Logistic Ecosystem (NLE), dan pembenahan sistem layanan. Dia pun menegaskan, pihaknya akan senantiasa mendukung inisiatif kolaboratif dengan pihak-pihak yang dapat meningkatkan efisiensi layanan publik.
“Pembenahan tata kelola pelabuhan adalah upaya dalam memberikan dampak terhadap efektifitas waktu dan efisiensi biaya di kawasan pelabuhan. Oleh karena itu, launching Mekanisme Pembayaran Single Billing melalui Mandiri Virtual Account ini diharapkan dapat langsung dirasakan oleh para pengguna jasa kepelabuhanan,” kata Hermiyana, saat meresmikan peluncuran single billing jasa kepelabuhanan di Jakarta, Selasa (26/3/2024).
Sementara itu, Plt. Kepala Distrik Navigasi Tipe B Tanjung Priok - Kemenhub, Lusi Andayani mengungkapkan, sebagai Badan Layanan Umum (BLU), inisiatif ini bakal semakin mengoptimalkan layanan ketiga Pelabuhan yang masuk dalam kordinasi Disnav Tipe B Tanjung Priok tersebut kepada para pengguna jasa pada ekosistem pelabuhan.
“Mekanisme pembayaran menggunakan single billing ini juga memberikan kemudahan transaksi dan rekonsiliasi dalam monitoring penerimaan BLU. Hal ini sejalan dengan Core Value Pelayanan PROMOAKSI untuk mewujudkan Distrik Navigasi yang Profesional, Modern, Akuntabel dan Bersih Melayani sebagai salah satu wujud Core Value Pelayanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut “Hospitable Spirit,” kata Rifanie Komara, Kasubdit Angkutan Laut Luar Negeri Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub.
Sedangkan Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Yudhi Pramono menjelaskan, |jasa layanan PNBP Kemenkes di ekosistem pelabuhan seperti Penerbitan COP, SSCEC/SSCC, P3K Kapal, Health Book, dan Penerbitan PHQC oleh Balai Karantina Kesehatan akan dapat berjalan lebih efektif dan efisien karena pembayaran PNBP-nya digabung dalam satu single billing pada Mandiri Virtual Account.
Baca Juga: Hindari Macet Saat Mudik, Ketahui 3 Titik Rawan dan Jam Favorit Berangkat
Executive Vice President Bank Mandiri, Dadang Ramadhan menambahkan, pihaknya memiliki komitmen kuat untuk mendukung inisiatif strategis pemerintah khususnya dalam pembenahan ekosistem pelabuhan. Saat ini, pembayaran transaksi single billing LNSW telah dapat dilakukan pada aplikasi Livin’ by Mandiri dan Kopra by Mandiri.
“Kami berharap, dukungan ini dapat ikut meningkatkan pemanfaatan layanan kepelabuhan di tiga Pelabuhan utama itu sehingga dapat mendorong peningkatan penerimaan negara,” terang Dadang.
Berita Terkait
-
Tebar Kehangatan di Safari Ramadhan BUMN 2024, Bank Mandiri Gelar Pasar Murah 1000 Paket Sembako
-
Bank Mandiri Taspen Gelar Safari Ramadan di Seluruh Kantor Cabang di Indonesia
-
Penumpang Kapal Ferry Ketapang-Gilimanuk Wajib Beli Tiket via Online
-
Bank Mandiri Sediakan Uang Tunai Rp 31,3 Triliun Selama Ramadan-Lebaran
-
Tingkatkan Ekonomi, Saatnya Indonesia Bangun Industri Terintegrasi Pelabuhan di ALKI
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam
-
DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global
-
Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU
-
Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai
-
Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka
-
Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya