Suara.com - Komandan Tim Kampanye Nasional Pemilih Muda (Fanta) Prabowo-Gibaran, Arief Rosyid Hasan, menilai Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto tidak dewasa dalam politik.
Penilaian Arief itu menanggapi pernyataan Hasto yang menyebut PDIP khilaf atas dukungan terhadap Gibran Rakabuming Raka maju di Pilkada Solo 2020.
"Sikap seperti ini sangat tidak dewasa dalam politik. Sikap seperti ini yang membuat anak-anak muda apolitis," kata Arief kepada wartawan, Senin (1/4/2024).
Menurut Arief, saat Pilkada Solo 2020 belum tentu partai yang diketuai Megawati Soekarnoputri bisa menang bila yang dicalonkan bukan Gibran.
"Kita tahu bersama, saat itu Mas Gibran dan pasangannya menang 225 ribu suara dibanding lawannya hanya 35 ribu suara. Bagaimanapun, kalau bukan karena sosok Mas Gibran, belum tentu PDIP juga mendominasi di Kota Solo," tutur Arief.
Arief sekaligus menanggapi pernyataan Hasto yang membandingkan Gibran dengan sopir truk di kasus kecelakan beruntun di Gerbang Tol Halim Perdanakusuma.
Arief memandang pernyataan tersebut kurang elok lantaran menghubungkan musibah orang untuk mencari-cari kaitan yang tidak ada hubungannya dengan konteks politik. Lebih baik, kata Arief, berempati terhadap keluarga yang terdampak kecelakaan.
Lebih lanjut, berdasarkan fakta kata Arief, Gibran lebih banyak dipilih oleh pemilih berusia muda.
"Karena anak muda yang kini 52-54 persen dari pemilih ternyata paham, masalah zaman now hanya bisa diatasi dengan solusi zaman now. Fakta ini lah juga yang mungkin belum banyak disadari oleh pihak-pihak yang belum move on, belum beradaptasi, dan pola pikirnya masih old school," tutur Arief.
Sebelumnya, Hasto menyebut bahwa PDIP khilaf mendukung Gibran Rakabuming Raka di Pilkada Solo 2020 kemarin.
Gibran pun menanggapi pernyataan tersebut santai dan mengucapkan terima kasih.
"Ya, terima kasih Pak Hasto. (Katanya khilaf) Oh khilaf, mohon maaf Pak Hasto," terang Gibran, Sabtu (30/3/2024) malam.
Ketika disinggung juga menyindir Presiden Jokowi dan selalu mengucapkan kata bohong, Gibran mengatakan minta maaf.
"Oya, mohon maaf Pak Hasto. Pak Hasto paling oke," jelas dia.
Pernyataan Hasto
Berita Terkait
-
Terkuak! Pesan Prabowo ke Semua Kader Gerindra: Kalian Tak Boleh Serang Megawati!
-
Gibran Mendadak Bahas Perihnya Indonesia Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Serang Ganjar dan PDIP?
-
Rayakan Ulang Tahun Jan Ethes, Harga Sepatu Gibran Rakabuming Jauh Lebih Murah Ketimbang Punya La Lembah
-
Sebut Bansos Jokowi Dongkrak Suara Prabowo-Gibran di Pilpres, Ahli Kubu AMIN: Rata-rata Naik 32 Persen
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
Bantu Korban Banjir Aceh, 94 SPPG Gerak Cepat Salurkan 282 Ribu Paket Makanan!
-
Tinjau Bencana Banjir di Aceh, Mendagri Beri Atensi pada Infrastruktur Publik yang Rusak
-
Presiden Prabowo Didesak Tetapkan Darurat Bencana Nasional di Sumatera
-
Banjir Terjang Sumatera, Pimpinan Komisi X DPR Desak Dispensasi Pembayaran Uang Sekolah Bagi Korban
-
Pakar Dorong Pengetatan IUP: Reboisasi Dinilai Kunci Perbaikan Tambang
-
Direktur Eksekutif CISA: Kapolri Konsisten Jaga Amanat Konstitusi sebagai Kekuatan Supremasi Sipil
-
Cak Imin Sebut Ada Peluang Pemerintah Tetapkan Banjir-Longsor di Sumatera Berstatus Bencana Nasional
-
Rasa Bersalah Bahlil Lahadalia Soal Masa Lalunya di Bisnis Tambang yang Merusak Hutan
-
Viral Banjir Sumatera Bawa Ribuan Kayu Gelondongan, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi
-
BPJS Ketenagakerjaan Raih Platinum Rank dalam Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025