Suara.com - Bak film Final Destination, pria Oregon, Amerika Serikat beruntung lolos dari maut setelah mata gergaji bundar tiba-tiba lepas dari lokasi konstruksi. Shane Reimche selamat setelah lewat tak lama gergaji bundar itu meluncur dengan kecepatan tinggi di belakangnya.
Reimche tidak menyadari bahaya yang mengancamnya hingga ia masuk ke dalam sebuah toko dan menutup pintunya.
"Saya mendengar suara dentuman keras dan teriakan," ungkapnya kepada Kezi 9 News via straitstimes.
Insiden mengerikan ini terekam kamera CCTV dan tersebar luas di media sosial.
Video tersebut menunjukkan Reimche berjalan masuk ke toko swalayan, dan tepat saat pintu menutup di belakangnya, mata gergaji terlihat berputar dengan kecepatan tinggi melintasi tempat parkir dan menabrak kusen pintu.
Pemilik toko, Amit Grewal, mengatakan bahwa dampak mata gergaji pada kusen pintu sangat kuat sehingga mengguncang seluruh toko dan menancap di dinding.
Baca juga:
PM Israel Benjamin Netanyahu Jalani Operasi Hernia, Netizen Kompak Kirimkan Doa Ini
Jam Tangan Rolex Misterius Bikin Kediaman Presiden Peru Digeledah Polisi
"Yang saya dengar hanyalah logam yang menggelinding di jalan, kemudian suara ledakan keras," ungkapnya.
Saksi mata menduga mata gergaji tersebut terlepas karena baut yang hilang dan kemungkinan kesalahan operator.
Reimche masih diliputi rasa trauma. "Saya meneteskan air mata sepanjang malam. Rasanya membatu. Saya gemetar di dalam toko. Butuh beberapa saat sebelum saya bisa berbicara. Makhluk itu sangat besar - Anda bisa melihat lubang di dinding," tuturnya.
"Saya rasa saya tidak akan selamat jika disentuh benda itu."
Berita Terkait
-
Terungkap, Inilah Deretan Pemain Film 'Final Destination: Bloodlines'
-
3 Fakta Menarik yang Disorot Media AS usai Timnas Indonesia Bantai Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia
-
Windows Phone Mati, Amerika Serikat Salahkan Apple
-
Bukan Avanza, Agya atau Innova, Ini Mobil Toyota Paling Populer di AS
-
Detik-detik Kapal Raksasa Berbendera Singapura Tabrak Jembatan di Baltimore
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
Terdampak Krisis Iklim: Bagaimana Panas Ekstrem Membuat Harga Kopi Makin Melejit?
-
Harga Pangan Jakarta Mulai Merangkak Naik di Awal Ramadan
-
KPK Periksa Mantan Wakil Bupati Pati hingga Sejumlah Kepala Desa Terkait Dugaan Pemeresan Sudewo Cs
-
Suami Dwi Sasetyaningtyas Kena Sanksi LPDP, Mahfud MD Bongkar Alasan Ngeri WNI Benci RI
-
Kemenkes Reformasi Skema PPDS, Utamakan Putra Daerah untuk Atasi Krisis Dokter Spesialis
-
Kasus Korupsi Eks Dirjen Kominfo Semuel Abrijani: Apa Alasan Jaksa Menunda Pembacaan Tuntutan?
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Mahfud MD Geram Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas Soal Anak WNA, Setuju Sanksi Cabut Beasiswa
-
Jaksa Tetap Tuntut Marcella Santoso 17 Tahun Penjara Terkait Kasus Suap Minyak Goreng
-
Menkes Akui Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia Super Mahal, Sebut di Luar Negeri Justru Digaji