Kurangnya keterampilan literasi membuat seseorang mengalami kesulitan memahami informasi yang disajikan, membuat keputusan yang buruk, sulit berkomunikasi dengan efektif, bahkan cenderung kesulitan mencari pekerjaan yang membutuhkan kemampuan literasi yang baik.
Saat ini, pemerintah terus berupaya membangun dan meningkatkan budaya literasi melalui berbagai cara. Naskah Akademik Peta Jalan Pembudayaan Literasi 2021-2045 telah disusun oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada 2021 lalu.
Naskah ini disusun sebagai bentuk upaya Pemerindah dalam meningkatkan budaya literasi Indonesia yang terkendala berbagai macam keterbatasan, seperti infrastruktur, kegiatan berliterasi, hingga pendanaan. Selain itu, naskah ini juga bertujuan untuk memberikan arah dan pedoman bersama para pemangku kepentingan untuk bersinergi mewujudkan masyarakat berwawasan luas.
Pelaksanaan pembudayaan literasi juga harus dilakukan seluruh Kementerian dan Lembaga guna mendukung pembangunan SDM Indonesia. Koordinasi dan sinkronisasi program antar Kementerian dan Lembaga terus dilakukan agar Peta Jalan Pembudayaan Literasi dapat diimplementasikan dengan baik. Pemerintah juga terus menyediakan kebutuhan buku-buku penunjang untuk menciptakan masyarakat berpengetahuan.
Penguatan literasi dilakukan pemerintah melalui tiga program, yaitu Program Literasi Keluarga, Program Literasi Satuan Pendidikan, dan Program Literasi Masyarakat melalui peningkatan layanan perpustakaan secara nasional.
Perpustakaan merupakan sarana penunjang yang memiliki fungsi vital dalam meningkatkan budaya literasi. Melalui perpustakaan, seseorang dapat menambah wawasan dan pengetahuannya setelah melakukan kunjungan dan membaca literatur yang tersedia.
Secara umum, perpustakaan memiliki 5 fungsi, yaitu sumber informasi, sarana pendidikan dan pembelajaran, penelitian, pengabdian masyarakat, dan rekreasi. Keberadaan perpustakaan dapat berada di mana saja, tidak hanya di sekolah ataupun universitas, namun juga di instansi pemerintah, karena untuk mencerdaskan bangsa diperlukan kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan.
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KemenKopUKM) sebagai bagian dari pemerintah dan instansi yang membidangi urusan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia, serta banyak melakukan pendampingan terhadap para pelaku UMKM Indonesia, tentu memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan SDM Indonesia.
Dukungan terhadap peningkatan SDM Indonesia dilakukan salah satunya melalui ketersediaan perpustakaan di kantor Kemenkop dan UKM. Ketersediaan perpustakaan tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan literasi pegawai maupun stakeholder eksternal. Selain itu, ketersedian perpustakaan di Kemenkop dan UKM merupakan implementasi atas UU 43 Tahun 2007.
Ketersediaan Perpustakaan khusus di Kemenkop dan UKM, baik langsung maupun tidak langsung, dapat memiliki peran yang krusial. Perpustakaan khusus Kemenkop dan UKM bisa menjadi pusat literasi terkait koleksi-koleksi di bidang koperasi dan UMKM. Keberadaannya dapat menjadi piihan utama bagi pemustaka dari kalangan pegawai pembina koperasi dan UMKM, pelaku koperasi dan UMKM, sampai kepada akademisi yang membutuhkan koleksi maupun literatur untuk mendukung aktifitasnya.
Saat ini, perpustakaan khusus Kemenkop dan UKM telah memiliki sebanyak lebih dari 2.000 koleksi. Koleksi-koleksi tersebut terdiri dari buku tercetak, ebook, kamus-kamus, repository (meliputi laporan kinerja, laporan tahunan, dan lain-lain yang merupakan terbitan sendiri), serta koran maupun majalah.
Dapat dikatakan bahwa, koleksi perpustakaan khusus Kemenkop dan UKM memiliki koleksi yang cukup lengkap terkait literatur di bidang koperasi dan UMKM.
Untuk aksesibilitas pemustaka, perpustakaan khusus Kementerian Koperasi dan UKM telah menyediakan akses berupa perpustakaan fisik yang terletak di Gedung Kemenkop dan UKM. Selain itu, sejalan dengan langkah digitalisasi pelayanan publik, perpustakaan khusus Kemenkop dan UKM juga telah membangun portal https://eperpustakaan.kemenkopukm.go.id.
Pada portal tersebut, pemustaka diberikan kemudahan untuk mengakses berbagai katalog-katalog koleksi, juga dapat langsung mengakses berbagai koleksi ebook berbahasa inggris yang tersedia juga koleksi repository.
Kemudahan aksesibilitas juga bisa didapatkan pemustaka melalui apk mobile berbasis IoS dan Android bernama PustakaKu.
Apk mobile tersebut dibangun oleh perpustakaan khusus Kemenkop dan UKM sebagai upaya memberikan akses lebih kepada pemustaka untuk mengakses koleksi buku elektronik berbahasa Indonesia. Saat ini, dalam aplikasi mobile PustakaKu telah terdapat lebih dari 800 buku elektronik dari beragam klasifkasi.
Berita Terkait
-
Hari Film Nasional, Ini 3 Fakta Tentang Industri Film Indonesia yang Terus Berkembang
-
Sejauh Mana Capaian dan Kebermanfaatan Program Merdeka Belajar?
-
Anies Siapkan Perpustakaan Bertaraf Internasional seperti TIM untuk Daerah
-
Berkunjung ke Perpustakaan Umum Kabupaten Gowa
-
10 Potret Rumah Anies Baswedan: 'Humble' Tak Berpagar, Ada Perpustakaan Gratis
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah
-
Jemaah Haji RI Meninggal Dunia 20 Orang, Mayoritas karena Gangguan Jantung dan Paru
-
Uang Miliaran Rupiah hingga Puluhan Juta Dong Vietnam Disita dari Sarang Judol Hayam Wuruk