Suara.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) masuk dalam masa sulit. Partai berlambang Ka'bah tersebut terancam tidak lolos parlemen.
Hasil pengumuman KPU, PPP memperoleh 3,87 persen suara pada Pileg 2024. Artinya, partai legendaris ini tidak memenuhi ambang batas masuk parlemen 4 persen.
Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy mengatakan, situasi seperti sekarang ini partainya menerima bantuan dari siapapun, tidak terkecuali Prabowo Subianto.
Baca Juga:
Dinyatakan Tak Lolos Masuk Parlemen, PPP Tolak Hasil Rekapitulasi Pemilu versi KPU Gegara Beda Angka
"Kita ingin bantuan dari manapun karena sekarang ini posisinya ibaratnya kita ini sudah hampir tenggelam kan. Jadi memang kita mohon bantuan dukungan doa paling tidak, tidak ada gangguan lah terhadap ikhtiar PPP untuk mengambil kembali suara-suara kita," ujarnya dalam wawancara di Metro Tv dikutip pada Kamis (4//4/2024).
"Bahkan kalau itu datang dari Pak Prabowo pun kita terima uluran tangan untuk bantuan itu," katanya.
Dia mengungkapkan, Pilpres sudah selesai. PPP fokus pada penyelamatan suara partai. "Saya sampaikan bahwa ketika berbicara tidak sudah tidak lagi koalisi, tidak ada lagi oposisi. Karena kenyataannya yang bisa menolong kita yang kita sendiri," ungkapnya.
PPP saat ini tengah berjuang di Mahkamah Konstitusi (MK) berharap masih bisa lolos ke parlemen.
Baca Juga: Jejak Bersinar Jenderal Soedirman Bikin Prabowo Subianto Kehabisan Kata-kata di Jepang
Partai mengeklaim banyak suara yang hilang. Harusnya PPP bisa masuk ke parlemen di periode 2024-2029.
Baca Juga:
Hak Angket di DPR Bikin Iwan Fals Diserbu Netizen Hingga Rommy PPP Ultimatum KPU-Bawaslu
Sebelumnya, KPU menetapkan Keputusan KPU Nomor 360 Tahun 2024 tentang Penetapan hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota Secara Nasional dalam Pemilihan Umum Tahun 2024.
Dalam penetapan tersebut, PPP tercatat mendapatkan 5.878.777 suara atau 3,87 persen dari total suara sah nasional sebesar 151.796.631 suara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan