Suara.com - Politisi Partai Gelora, Fahri Hamzah menyinggung para penggugat hasil Pemilu 2024 yang dilakukan kubu Anies-Muhaimin dan pasangan Ganjar-Mahfud ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Sidang sengketa hasil Pilpres 2024 pun masih dilakukan dengan berhadapan dengan pihak capres dan cawapres Prabowo-Gibran yang dinyatakan meaning dalam rekapitulasi KPU pada 20 Maret lalu.
Dalam cuitannya, Fahri Hamzah merasa kasihan dengang rekan-rekannya yang menggugat hasil Pemilu ke MK saat Ramadan. Menurutnya, hal tersebut hanya mencari kepuasan karena kalah.
"Kita lagi puasa, tapi kasian melihat kawan2 kita yang mencari kepuasan akibat kekalahan pemilu dengan MK. Tapi mungkin ini cara bangsa kita mengobati luka. Tapi apakah ini baik? Mohon pencerahan," tulisnya lewat akun X @Fahrihamzah, Rabu (3/4/2024).
Seperti biasa, unggahan Fahri Hamzah diserbu respons menohok dari warganet. Hal tersebut tak terlepas dari mantan petinggi PKS yang kini mendukung capres Prabowo-Gibran.
"KITA LAGI PUASA, SAATNYA INTROSPEKSI..Kasian dg org2/pelaku yg menyepelekan dan mentertawai org2 yg sdg memakai jalur yg benar tuk cari keadilan...Introspeksi tuh, SUSAH YA BG?" sentil netizen.
"Puasa jangan dijadikan alasan untuk mencari keadilan, justru dengan puasa dan di bulan suci ini, insya allah semua akan terbongkar, kita harus yakin bukan hanya dimulut aja, tapi hati kita hrs selaras.." ujar warganet.
"Jstru sebliknya apa puasa kta akn ditrma, pdhal kt phm dzolim didpn mata..?" ungkap wargamaya.
"Kita lagi puasa, tapi kasian melihat kawan2 kita yang mencari kepuasan akibat membela kecurangan pemilu dengan MK. Tapi mungkin ini cara bangsa kita mengobati luka. Tapi apakah ini baik? Mohon pencerahan." sindir yang lain.
"Bukan kepuasaan tapi keadilan dan kebenaran.... bukan menghalalkan segala cara ...kau ini sudah ngaco ya cara berpikir... bertaubat lah segera ... mumpung masih bulan Ramadhan... mumpung Alloh SWT ngasih kesempatan hidup..." sahut netizen.
Tag
Berita Terkait
-
CSIS Soroti 5 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Dinilai Tanda Ketidakstabilan
-
Tepis Salah Paham Ekonomi Prabowo, Fahri Hamzah: SDA Harus Dikuasai Negara, Bukan Korporasi
-
Dinilai Kaburkan Nilai Yurisdiksi, Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU Peradilan Militer
-
Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas
-
Momen Anwar Usman Pingsan Usai Purnabakti di Gedung MK
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo
-
Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas
-
Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate