Suara.com - Giring Ganesha Djumaryo menyampaikan curahan hati (curhat) ingin keluar dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Hal ini diungkapkannya dalam acara podcast YouTube Merry Riana, yang kemudian potongan videonya diunggah ulang di akun instagramnya, Minggu (7/4/2024). Lantas, apa sebab Giring ingin keluar dari PSI?
Dalam penjelasannya, mantan vokalis grup band Nidji ini mengatakan kalau dirinya ingin merawat ibunya yang mengalami kecelakaan dan menderita luka bakar.
"Waktu ibu saya kecelakaan 20 persen, over body was burn, dia lagi nyalain aroma terapi apinya muncrat terus naik ke tangannya habis itu sampai ke lehernya pipinya 20 persen kebakar," ujarnya.
Saat merawat ibundanya, Giring menyampaikan kalau dirinya ingin keluar dari PSI.
"Di momen itu sebetulnya saya sudah ngomong sama ibu saya bahwa saya mau keluar saja dari PSI gitu," ungkapnya.
Giring beralasan ingin keluar dari PSI karena ingin fokus mengobati ibunya yang menderita luka bakar.
"Jadi aku udah gak mau di PSI lagi gitukan," jelasnya.
Namun, sang ibunda malah menolak keinginan Giring untuk keluar dari PSI.
"Dia ngomong jangan dong, Mas Giring gak boleh nyerah, Mas Giring harus berjuang, harus berdoa, harus menang buat rakyat," katanya.
Tak ayal, unggahan ini seketika mendapatkan tanggapan dari warganet. Ada yang mempertanyakan Giring berjuang untuk rakyat yang mana.
"Rakyat yang mana," ungkap warganet.
"Berjuang untuk rakyat yang mana ya," tanya warganet.
"Mending jadi anak band apa jadi gelandangan politik?" kata warganet.
Berita Terkait
-
Politik Luar Negeri Versi Prabowo: Tak Ikut Blok Mana Pun, Harus Siap Hadapi Dunia Sendiri
-
Guntur Romli Kuliti Jokowi: Demi PSI, Dinilai Lupa Rakyat dan Partai Sendiri
-
Guntur Romli PDIP Sebut Jokowi Bukan Lagi Teladan, Hanya Mementingkan Syahwat Kuasa dan Dinasti
-
Jokowi Mati-matian Bela PSI, Dinilai Bukan Sekadar Dukungan
-
Jokowi 'Mati-matian' Bela PSI: Bukan Sekadar Dukungan, Tapi Skema Dinasti Politik 2029
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Selamat Jalan Eyang Meri, Pendamping Setia Sang Jenderal Jujur Kini Beristirahat dengan Damai
Terkini
-
Pramono Anung Akui Operasional RDF Rorotan Masih Penuh Tantangan: Kami Tangani Secara Serius
-
Paulus Tannos Kembali Ajukan Praperadilan dalam Kasus e-KTP, KPK: Tidak Hambat Proses Ekstradisi
-
Epstein Files Meledak Lagi: Deretan Nama Besar Dunia Terseret, dari Trump sampai Bos Teknologi
-
Pemerintah Nilai Tak Ada Resistensi RI Gabung BoP, Sebut Cuma Beda Pendapat
-
MGBKI Dukung Putusan MK soal Kolegium Dokter Spesialis, Tegaskan Independen dan Berlaku Langsung
-
Perluasan Digitalisasi Bansos di 41 Daerah, Gus Ipul: Transformasi Bangsa Mulai Dari Data
-
Menko Yusril: Pemerintah Siapkan Kerangka Aturan Cegah Risiko TPPU di Sistem Pembayaran Cashless
-
Kewenangan Polri Terlalu Luas? Guru Besar UGM Desak Restrukturisasi Besar-Besaran
-
Keppres Adies Kadir jadi Hakim MK Sudah Diteken, Pelantikan Masih Tunggu Waktu
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg