Suara.com - Seorang penumpang kereta perempuan merasa tidak nyaman karena difoto diam-diam diduga oleh seorang anggota TNI.
Kejadian tersebut mencuat ke permukaan setelah penumpang tersebut membagikan ceritanya melalui unggahan di media sosial.
Korban mengungkapkan bahwa saat sedang tertidur, perempuan tersebut difoto oleh seorang anggota TNI yang duduk di dekatnya.
"Pertama kalinya naik kereta ngerasa ga nyaman, lagi tidur difoto sama nih tni trs," ungkap korban melalui akun twitter @carissapetri, dikutip suara.com, Kamis (11/4/24).
Awalnya, ketika diingatkan oleh penumpang lain, sang anggota TNI membantah telah mengambil foto tersebut.
Namun, setelah diminta untuk membuka galeri ponselnya, akhirnya dia mengakui perbuatannya.
"Awalnya ditegur ga ngaku lagii, pas disuruh buka galeri beneran ada fotonya hahaha," katanya lagi.
Meskipun penumpang tersebut menyampaikan terima kasih kepada kondektur yang telah berusaha mediasi, namun dia menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak bisa dimaafkan.
"Ngerasa ganteng lu halo dek berseragam?," ungkapnya kesal.
Baca Juga: Viral Mobil Swift Dicat Pakai Cat Tembok, Bagaimana Cara Menghilangkannya?
Kejadian ini menimbulkan kecaman dari berbagai pihak terhadap perilaku anggota TNI tersebut.
Banyak netizen yang mengecam tindakan tersebut sebagai pelanggaran privasi dan tindakan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang anggota TNI. Mereka menekankan pentingnya menghormati privasi orang lain, terlebih lagi di tempat umum seperti transportasi publik.
"Dari patch beliau: TNI AD, Divisi Infanteri 2 Kostrad, Pangkat persegi panjang merah = tamtama. We'll see apakah beneran anggota atau gadungan. Happy hunting untuk intel, Pomad, dll, should be easy to find kalau data penumpang dan seat nya asli," kata warganet.
"Udah habis sawah banyak, pas dapat seragam, kelakuannya masih minus juga," kata netizen lainnya.
"Kurang kerjaan amat. Ganggu privasi kali kayak gitu ntah untuk apa difoto-fotoin," ungkap netizen lainnya.
Berita Terkait
-
Viral Mobil Swift Dicat Pakai Cat Tembok, Bagaimana Cara Menghilangkannya?
-
Tetap Khusyuk, Viral Kereta Api Lewat di Tengah-tengah Jemaah Salat Idul Fitri
-
Niat Cat Pagar Untuk Lebaran, Pria Ini Pasrah Ketika Catnya Digunakan di Mobil Swift
-
Seorang Pria di Cianjur Protes Diduga Karena Suara Takbiran Hingga Tengah Malam
-
Viral Kronologi Cewek Jadi Korban Jeday Patah: Ngilu! Potongan Besi Menancap Mata
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Kelar, DPR ke KNKT: Kok Lama? Ini kan Bukan Pesawat Meledak!
-
Polda Metro Jaya Mulai Usut Laporan Dugaan Gelar Palsu Menkes Budi Gunadi Sadikin
-
Satgas PKH Setor Rp10,2 Triliun ke Kas Negara, Kejagung Klaim Selamatkan Jutaan Hektar Hutan
-
Geledah Rumah Heri Black, KPK Temukan Bukti Dugaan Perintangan Penyidikan dalam Kasus Bea Cukai
-
Iran Gelar Latihan Anti-Helikopter, Siaga Hadapi Serangan AS-Israel
-
WNI Tertangkap pada Kasus Jaringan Distributor Konten Asusila Anak di Kapal Pesiar Disney
-
Kesaksian Penumpang Kapal MV Hondius Karantina Massal 42 Hari karena Hantavirus
-
Legislator PDIP Soroti Kelangkaan Solar Subsidi: Petani Bisa Gagal Panen
-
Soal Pembubaran Nobar 'Pesta Babi', TB Hasanuddin: Tidak Ada Bukti Film Itu Melanggar UU
-
Oditur Militer Puji Racikan Air Keras Penyerang Andrie Yunus 'Kreatif'