News / Metropolitan
Rabu, 11 Februari 2026 | 21:12 WIB
Ilustrasi penganiayaan [Antaranews/Ist]
Baca 10 detik
  • Darwin, korban penganiayaan di Cengkareng, kini dilaporkan balik atas dugaan ancaman.
  • Kuasa hukum sebut laporan balik terhadap korban penganiayaan drum sangat mengada-ada.
  • Korban penganiayaan di Cengkareng alami trauma dan luka fisik akibat tindakan pelaku.

Suara.com - Nasib malang menimpa Darwin (32). Setelah menjadi korban penganiayaan oleh tetangganya sendiri di Cengkareng, Jakarta Barat, kini ia justru harus berurusan dengan polisi karena dilaporkan balik oleh pelaku atas tuduhan ancaman kekerasan.

Darwin bersama istrinya, Angel, menjalani pemeriksaan selama tiga jam di Mapolres Metro Jakarta Barat pada Rabu (11/2/2026). Pemeriksaan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan yang dilayangkan oleh pihak pelaku.

Kuasa hukum Darwin, Machi Ahmad, mengungkapkan bahwa kliennya dicecar 22 pertanyaan selama pemeriksaan.

"Materi pertanyaan seputar dugaan pengancaman yang disertai kekerasan," ujar Machi di Jakarta.

Machi menjelaskan bahwa Darwin dilaporkan oleh Nasio Siagian, anak dari terduga pelaku penganiayaan lainnya, Dodo Siagian. Nasio menuduh Darwin mengancam akan merusak studio musik miliknya.

Selain itu, Darwin juga dituduh melakukan tindakan fisik berupa menunjuk-nunjuk hingga mengenai batang hidung pelapor.

"Pelapor menuduh klien kami mengenai hidungnya dan menyuruh orang menghancurkan perangkat studio musik atau drum miliknya," ungkap Machi.

Namun, Machi menegaskan bahwa tudingan tersebut sepenuhnya tidak berdasar dan merupakan upaya yang mengada-ada. Menurutnya, Darwin dan Angel adalah korban nyata yang mengalami kekerasan fisik brutal oleh Dodo Siagian dan Nasio Siagian.

"Tuduhan itu sangat tidak masuk akal. Klien kami adalah korban penganiayaan, namun malah dilaporkan balik seolah-olah melakukan ancaman. Ini sangat berbanding terbalik dengan bukti-bukti video yang kami miliki," tegas Machi.

Baca Juga: Tak Berkutik! Detik-detik Penangkapan Dua Pria Pembawa Ribuan Ekstasi di Jakarta Barat

Ia juga membantah adanya ucapan kliennya yang bernada ancaman perusakan studio.

Kuasa hukum lainnya, Subadria Nuka, menambahkan bahwa kondisi fisik kedua kliennya hingga kini belum pulih. Angel masih berjalan pincang karena kakinya terluka akibat ditabrak pelaku menggunakan mobil.

Sementara itu, Darwin mengalami luka di sembilan titik serta cedera punggung akibat ditendang secara brutal.

"Faktanya, kaki klien kami masih pincang. Di video terlihat betapa sadisnya mereka diperlakukan seperti binatang," jelas Subadria.

Angel pun mengaku mengalami trauma mendalam.

"Saya sangat trauma. Bahkan saya sempat merasa tidak berani pulang ke rumah sendiri karena merasa tidak aman," ucap Angel.

Insiden ini bermula saat Darwin menegur Dodo Siagian dan Nasio Siagian karena merasa terganggu dengan suara drum yang dimainkan pelaku dari siang hingga malam. Sebelumnya, keluhan tersebut sudah disampaikan melalui pengurus RT dan RW, namun tidak diindahkan.

Saat Darwin mencoba menegur secara langsung, pelaku justru tidak terima. Mereka diduga menabrak korban dengan mobil dan melakukan pengeroyokan. Dalam rekaman video yang viral, terlihat salah satu pelaku menendang kepala Darwin dengan sangat keras saat korban sudah terpojok dan tak berdaya.

Load More