- Satgas PRR percepat pembangunan huntap dan salurkan dana tunggu hunian di Sumatra.
- Pemerintah targetkan pembangunan 15.719 unit huntap bagi warga terdampak bencana Sumatra.
- Tito Karnavian pastikan pengungsi Sumatra dapat bantuan hunian mandiri dan stimulan ekonomi.
Suara.com - Pemerintah melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) terus memacu pembangunan infrastruktur hunian tetap atau huntap bagi warga terdampak bencana di Sumatra.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga memberikan fleksibilitas bantuan dana bagi warga yang memilih mengontrak rumah secara mandiri selama menunggu pembangunan huntap selesai.
Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas PRR, Tito Karnavian, menjelaskan bahwa pemerintah sebenarnya telah menyediakan hunian sementara atau huntara sebagai tempat tinggal transisi.
Namun, warga yang enggan tinggal di huntara diperbolehkan mencari hunian mandiri dan akan mendapatkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per bulan.
"Pada tahap awal, bantuan tersebut diberikan sekaligus sebesar Rp1,8 juta untuk periode tiga bulan," ujar Tito dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Bantuan ini juga mencakup dukungan pengadaan perabotan serta stimulan ekonomi dari kepala daerah setempat agar warga terdampak bisa segera mandiri secara ekonomi.
Mengenai progres fisik di lapangan, Satgas PRR mencatat rencana pembangunan huntara mencapai 17.036 unit. Hingga saat ini, sebanyak 5.489 unit atau 32 persen di antaranya telah selesai dibangun di tiga provinsi terdampak.
Sejalan dengan itu, pembangunan huntap juga terus dikebut dengan total target mencapai 15.719 unit. Adapun rincian pembagiannya adalah sebagai berikut:
- 3.657 unit di Sumatra Barat.
- 3.462 unit di Sumatra Utara.
- 8.600 unit di Aceh.
Terkait teknis pembangunan, Tito menyebutkan adanya opsi relokasi bagi warga yang sebelumnya tinggal di zona rawan bencana.
Baca Juga: Mendagri Instruksikan Percepatan Pemindahan Pengungsi Bencana Sumatra ke Hunian Layak
"Bagi yang ingin tinggal berkelompok dalam satu kompleks, huniannya akan dibangunkan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP)," jelas Tito.
Sinergi antara Satgas PRR, kementerian terkait, dan pemerintah daerah diharapkan menjadi kunci agar target pembangunan hunian ini berjalan sesuai rencana demi pemulihan kesejahteraan masyarakat Sumatra.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 5 Sepeda Lipat Kalcer Termurah, Model Stylish Harga Terjangkau
Pilihan
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
Terkini
-
Sengketa Lahan Bendungan Jenelata di Gowa, BAM DPR Desak Penyelesaian yang Adil bagi Warga
-
Suara.com dan PLN Kupas Tuntas Kendaraan Listrik di Jabar, Ini Fakta Terbarunya
-
500 Titik Bazar Murah Jakarta, Strategi Pasar Jaya Kendalikan Harga Pangan Jelang Ramadan
-
Kemensos Akan Bagikan Jadup Rp450 Ribu per Bulan untuk Korban Banjir Sumatra Pekan Ini
-
PDIP Dukung Pernyataan Dasco: Pemimpin Harus Cetak Keberhasilan Sebelum Pikirkan Periode Kedua
-
Mendagri Instruksikan Percepatan Pemindahan Pengungsi Bencana Sumatra ke Hunian Layak
-
Usut Kasus Sudewo, KPK Cecar Ketua Kadin Surakarta Soal Proses Lelang Proyek DJKA Jatim
-
IPK Indonesia Anjlok ke Skor 34, Hasto PDIP: Penegak Hukum Jangan Jadi Alat Kekuasaan
-
Soal Penembakan Pesawat di Boven Digoel, DPR Tegur Pemerintah: Tutup Bandara Jika Tidak Aman
-
Tak Berkutik! Detik-detik Penangkapan Dua Pria Pembawa Ribuan Ekstasi di Jakarta Barat