Suara.com - Momen idul fitri ini masih disempatkan Cawapres nomor urut 3, Mahfud MD untuk menyapa pendukungnya di media sosial. Setelah menyapa dengan ucapan idul fitri, mantan Menko ini membuat tweet yang mencuri perhatian.
Pada Kamis (11/3/2024) ditelisik Mahfud membuat tweet dengan sedikit berbeda. Dia menceritakan mengenai kisah seorang anak yang berani membongkar kecurangan sehingga terdapat kalimat penutup yang diketahui merupakan qoute populer dari Soe Hoe Gie.
Di akun tweetnya, Mahfud MD mengungkapkan jika kisah seorang anak sangat luar biasa.
Mantan Ketua MK ini mengungkapkan jika penyelenggara pendidikan seperti halnya sekolah hendaknya mampu mencentak mental seperti seorang anak di video tersebut.
Baca juga:
Mahfud MD Ikut Meriahkan Open House Ganjar Pranowo di Kediaman Barunya
Hari Pertama Lebaran, Mahfud MD Halal Bihalal ke Rumah Ganjar Pranowo di Sleman
Diceritakan jika anak tersebut telah berani membongkar kecurangan di sekolahnya meski kemudian tersingkir dari lembaga pendidikan tersebut.
Di mana anak tersebut pada saat SMP sempat disingkirkan karena dianggap pahlawan kesiangan akibat tindakannya membongkar kecurangan ujian nasional.
Baca Juga: Open House di Solo, Gibran Gercep Ajak Foto Warga yang Datang Pakai Kaos Ganjar
Kemudian karena itu, ia menjadi sosok anak yang berhasil dalam sejumlah prestasi sampai dnegan mampu mendirikan sekolah dan berkeliling luar negeri bersama orang tuanya.
"Penyelenggaran pendidikan hrs mampu mencetak mental spt anak di video ini. Kalimat terakhir dari anak yg pernah tersingkir krn membongkar kecurangan di sekolahnya ini sangat luar biasa. Katanya, "Lebih baik diasingkan (tersingkir dari arena) daripada menyerah kpd kemunafikan".
Tweet Mahfud MD ini kemudian ramai dibicarakan netizen.
Diketahui jika pernyataan Lebih Baik Diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan ialah salah satu pernyataan dari sosok aktivis di tahun 1960an, yakni Soe Hok Gie yang juga terkenal dengan karya bukunya.
Berita Terkait
-
Open House di Solo, Gibran Gercep Ajak Foto Warga yang Datang Pakai Kaos Ganjar
-
Momen Gibran Didatangi Warga Berkaus Ganjar-Mahfud Saat Open House, Adabnya Banjir Pujian
-
Mahfud MD Ikut Meriahkan Open House Ganjar Pranowo di Kediaman Barunya
-
Mahfud MD Berdoa Bertemu Ramadan Tahun Depan, Warganet: Semoga 5 Tahun Lagi Jadi Capres-cawapres
-
Singgung Isu Perpecahan Jokowi-Prabowo, Mahfud MD Sebut Dinamika Mulai Bergejolak Usai Putusan MK
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
DPR Soroti Tragedi Siswa SD NTT, Dorong Evaluasi Sisdiknas dan Investigasi Menyeluruh
-
Dobrak Kemacetan Jakarta-Banten, Jalur MRT Bakal Tembus Sampai Balaraja
-
Pakar Soal Kasus Chromebook: Bukti Kejagung Bisa Gugurkan Dalih Niat Baik Nadiem Makarim
-
Benang yang Menjaga Hutan: Kisah Tenun Iban Sadap dari Jantung Kalimantan
-
Menpar Widiyanti Bantah Isu Bali Sepi Wisatawan, Ungkap Data 12,2 Juta Kunjungan di 2025
-
Tragedi Bocah NTT Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku, Mensos Janjikan Bantuan Pendidikan untuk Kakaknya
-
Kritik Kebijakan Pariwisata, Anggota Komisi VII DPR Ini Beri Menpar Widyanti Nilai 50 dari 100
-
OTT KPK di Jakarta Jaring Pejabat Bea Cukai
-
Gus Ipul Prihatin Kasus Siswa SD di NTT, Ingatkan Pentingnya Data Perlindungan Sosial
-
Nekat Bongkar Trotoar Tanpa Izin, Pengelola Hotel di Pondok Indah Kena Sanksi