Suara.com - Sabtu (14/4/2024) malam lalu menjadi malam yang menegangkan bagi warga di Tel Aviv, Israel setelah dihujani rudal dan drone berpeledak dari Iran.
Iran hari itu memberikan pernyataan tegas melalui kiriman ratusan drone kamikaze dan rudal sebagai respon atas serangan Israel terhadap konsulatnya di Damaskus, Suriah pada awal April lalu.
Dalam video yang beredar di media sosial terlihat langit di kawasan Tel Aviv dipenuhi kilatan rudal yang meluncur ke target khusus yang sudah ditetapkan Iran.
Tampak pula di langit yang sama sistem pertahanan Israel yakni Iron Dome berupaya mencegat serangan itu meski sebagian tampak lolos hingga membuat beberapa tempat di Israel menyala akibat ledakan.
Usai serangan itu, Israel mengklaim bahwa hampir 99 persen rudal dan drone yang diluncurkan Iran mampu diintersep.
Meski begitu, pengamat Timur Tengah Dina Sulaeman menyebut bahwa Israel harus mengeluarkan biaya sangat besar untuk menangkis serangan Iran.
Melalui akun Twitternya, Dina Sulaeman menyebut bahwa Israel mengeluarkan sebanyak 1,35 miliar dollar untuk pertahanan udara dalam rangka mengintersep serangan Iran.
Jumlah itu sangatlah besar dibanding biaya yang dikeluarkan Iran untuk menyerang Israel.
"Israel mengeluarkan 1,35 miliar dollar untuk pertahanan udara dalam intersepsi yang gagal tanggal 14 April. Sebaliknya total biaya rudal dan drone Iran hanya 35 juta dollar," terangnya seperti dikutip Selasa (16/4/2024).
Baca Juga: Belum Selesai Dihujat Buka Hijab, Camillia Azzahra Disorot Setelah Unggah Foto Produk Pro Israel
Dengan hitungan itu, lanjut Dina Israel menanggung lebih banyak kerugian dibanding Iran.
"Dengan kata lain kerugian yang ditanggung Iran hanya 2,6 persen dari kerugian yang ditanggung entitas Zionis (biaya yang dikeluarkan zionis 37 kali lebih besar daripada Iran)," ungkapnya.
"Hanya dalam 5 jam lebih dari 67 persen anggaran militer bulanan Israel habis," imbuhnya.
Israel Galau
Sementara itu Israel kini dalam situasi gamang untuk merespon serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari Iran.
Di satu sisi mereka berupaya menahan diri demi mendapat simpati internasional tapi di sisi yang lain Israel ingin membalas kepada Iran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?