Suara.com - Publik dikejutkan dengan hilangnya kanal YouTube Sandra Dewi Official milik Sandra Dewi. Sebelumnya akun Instagram perempuan tersebut juga hilang dari media sosial. Diduga kuat istri Harvey Moeis ini sengaja menghilang dari media sosial karena sang suami sedang terseret kasus korupsi timah yang merugikan negara hingga Rp271 triliun.
Apalagi dirinya ikut diperiksa sebagai saksi di Kejaksaan Agung terkait kasus tersebut. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari Sandra Dewi maupun pihak terkait mengenai alasan di balik hilangnya konten media sosial tersebut.
Namun, publik berspekulasi bahwa Sandra Dewi sengaja menghapus kontennya untuk menghindari sorotan dan komentar negatif terkait kasus korupsi suaminya.
Baca juga:
5 Anggota Polda Metro Jaya Diringkus Diduga Nyabu, Kompolnas Minta Atasan Turut Diperiksa
Mahasiswa Pro Palestina di Amerika Bersatu
Ada juga netizen yang berkomentar untuk menghapus jejak gaya hidup mewahnya.
"Hapus jejak kemewahan," tulis netizen di akun Instagram Lambeturah.
"Takut ketahuan, takut kelihatan barang bukti, masih bisa sarangheo ga nih,"tulis netizen lain.
Terbaru, suami Sandra Dewi, Harvey Moeis masih diperiksa dalam kasus dugaan korupsi izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah diperpanjang oleh Kejaksaan Agung RI.
Masa penahanan suuami Sandra Dewi diperpanjang hingga 40 hari menunggu penyidikan selesai. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum), Ketut Sumedana menjelaskan Harvey Moeis akan ditahan hingga 25 Mei 2024. Disebutkan juga jika tak akan ada pemindahan bapak dua anak tersebut dari Rutan Salemba.
Berita Terkait
-
10 Hashtag Populer Instagram yang Wajib Digunakan, Gaet Banyak Followers!
-
Jejak Digital Sandra Dewi di Sosmed Raib, Netizen: Hilangkan Barang Bukti?
-
Terungkap Alasan Mark Zuckerberg Beli Instagram, Ternyata Takut Facebook Kalah Saing
-
Apartemen Mewah Sandra Dewi di Pakubuwono Terancam Disita Buntut Kasus Korupsi Suami, Harganya Fantastis Banget!
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
Terkini
-
Kolegium Dokter Harus Independen! MGBKI Kritik Kemenkes 'Kaburkan' Putusan Penting Ini
-
Wamensos Beberkan Rincian Bantuan Bencana Sumatra: Santunan Rp15 Juta hingga Modal Usaha Rp5 Juta
-
Kemensos Gelontorkan Rp13,7 Miliar Tangani Puluhan Bencana di Awal Tahun 2026
-
Kemensos Catat 37 Kejadian Bencana di Awal 2026, Banjir Masih Jadi Ancaman Utama
-
Pramono Anung Akui Operasional RDF Rorotan Masih Penuh Tantangan: Kami Tangani Secara Serius
-
Paulus Tannos Kembali Ajukan Praperadilan dalam Kasus e-KTP, KPK: Tidak Hambat Proses Ekstradisi
-
Epstein Files Meledak Lagi: Deretan Nama Besar Dunia Terseret, dari Trump sampai Bos Teknologi
-
Pemerintah Nilai Tak Ada Resistensi RI Gabung BoP, Sebut Cuma Beda Pendapat
-
MGBKI Dukung Putusan MK soal Kolegium Dokter Spesialis, Tegaskan Independen dan Berlaku Langsung
-
Perluasan Digitalisasi Bansos di 41 Daerah, Gus Ipul: Transformasi Bangsa Mulai Dari Data